Diduga Gara-Gara Label Sekolah Inklusi, Sekolah Ini hanya Dapat 3 Murid Baru dalam PPDB 2022
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
13 - Jul - 2022, 08:08
JATIMTIMES - Jumlah pendaftar pada sekolah SDN 206 Putraco Indah, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat sungguh mengejutkan. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022, sekolah ini hanya terdapat 3 murid baru yang mengikuti pendaftaran hingga proses seleksi.
Sekolah ini sebenarnya memiliki kuota 56 siswa. Sedikitnya siswa yang mendaftar di sekolah ini disebabkan masyarakat yang melabeli sekolah ini sekolah Inklusi.
Baca Juga : Julianto Eka Putra Dilaporkan Kasus Dugaan Eksploitasi Ekonomi Anak, Polda Jatim Olah TKP di SPI Kota Batu
Seperi diketahui, sekolah inklusi adalah sekolah yang juga memberikan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Pada sekolah inklusi, siswa ABK maupun non ABK akan belajar di kelas yang sama dan mendapat pendidikan tanpa dibeda-bedakan. Faktor ini yang kemudian diduga menjadi penyebab sepinya siswa yang mendaftar.
"Jadi kalau saya lihat, masyarakat sudah melabeli kita dengan sekolah inklusi dan sekolah berkebutuhan khusus. Padahal pada dasarnya, sekolah kita itu sama sekolah reguler dan sekolah negeri," kata guru SDN 206 Putraco Indah, Septian Mulyadi, seperti dikutip dari detikJabar (13/7/2022).
Para orang tua dikawasan sekolah tersebut, diduga enggan untuk mendaftarkan anaknya sekolah tersebut karena orang tua enggan untuk anaknya bercampur dengan ABK. Sehingga, hingga saat ini hanya terdapat 3 siswa yang mendaftar.
Selain faktor tersebut, dijelaskannya, lokasi dari SDN 206 juga berdekatan dengan beberapa sekolah yang berlabel sekolah favorit. Sekolah tersebut seperti, SDN 257 Pelita, SDN 164 Karang Pawulang maupun SDN 163 Buahbatu Baru.
Baca Juga : Anggap Terdakwa Pelecehan Seksual Siswi SPI Kota Batu Kooperatif, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan
Dari sisi akses sekolah, SDN 206 juga cukup diakses oleh masyarakat. Sekolah tersebut berada tengah-tengah kompleks perumahan mewah yang berada di RW 04 Kelurahan Turangga, Kota Bandung.
"Mungkin secara mindset, orang tua itu lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah itu," ujarnya.
