Kembali, Ombak Pantai Selatan Blitar Renggut Jiwa Pemancing
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
11 - Jul - 2022, 10:42
JATIMTIMES - Ganasnya ombak pantai selatan laut Jawa kembali memakan korban jiwa. Dilaporkan seorang pemancing hilang tersapu ombak saat memancing di Tanjung Watu kawasan Pantai Pangi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.
Informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban bernama Mufit Ula Fauzi (29) warga Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Korban hilang tersapu ombak pada Minggu 10 Juli 2022 sekitar pukul 13.00 WIB saat sedang memancing bersama teman-temannya.
Baca Juga : Petani Sumbermanjing Wetan Ngadu ke Polres Malang, Ada Apa?
Keterangan dari sejumlah saksi, rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan tas pelampung dan tali jangkar. Namun korban tidak bisa meraih tas pelampung dan tali jangkar hingga hilang ditelan ombak. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bakung dilanjut laporan ke BPBD Kabupaten Blitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Betriyanto mengatakan, usai menerima laporan pihaknya langsung menerjunkan personel. Termasuk menghubungi Tim SAR untuk melakukan pencarian. Namun karena tingginya ombak dan waktu sudah petang, pencarian pasca kejadian dihentikan.
"Kemarin kita langsung melakukan upaya pencarian. Namun karena kondisi sudah gelap dan belum membuahkan hasil kami hentikan. Pencarian kami lanjutkan hari ini," kata Ivong, Senin (11/7/2022).
Ivong menambahkan, ada dua tim yang diterjunkan untuk pencarian hari ini. Dua tim akan menyisir perairan dam daratan di sekitar titik kejadian musibah. ‘’Pencarian kita lakukan dengan menerjunkan dua tim,’’imbuhnya.
Baca Juga : Berbagi Saat Idul Adha, DPD Partai NasDem Lumajang Sembelih 2 Ekor Sapi
Lebih lanjut Ivong menyampaikan, pihaknya sudah sering memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di lokasi yang dianggap berbahaya. Karena banyak kejadian serupa yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.
‘’Imbauan sudah sering kita sampaikan. Kawasan pantai selatan termasuk kawasan berbahaya karena ombaknya besar. Namun sejauh ini masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan imbauan tersebut karena menganggap hasil tangkapan ikan di lokasi-lokasi tersebut menjanjikan,’’ pungkasnya.
