Kisah Penganiayaan di Tulungagung Antara Dua Pria Kurus yang Berujung Bui

Reporter

Anang Basso

03 - Jul - 2022, 01:50

Pelaku yang berinisial SG (tengah). (Foto : Dokpol for TulungagungTIMES).


JATIMTIMES - Gegara sama-sama kurus, pelanggan warkop di Tulungagung ini ribut dan berujung penganiayaan. Kejadian ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi, atau tepatnya pada Kamis (14/4/22) pukul 10.00 WIB lampau. Namun, kesempatan damai yang terjadi antara SG (55) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu dan PN (54) warga Kelurahan Kedungsuko Kecamatan Tulungagung kota ini, tak menemukan kesepakatan.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori mengatakan, SG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Baca Juga : Ada Adegan Panas dan Vulgar, 5 Film Indonesia Ini Jarang Diketahui

"Awalnya mereka sama-sama ngopi di warkop, saat itu korban melintas di depan terlapor yang sedang ngobrol," kata Iptu Anshori, Sabtu (02/7/2022).

Begitu melintas, PN bersikap ramah dan menyapa SG dengan kata kok tumben.

"Kemudian terlapor menjawab sambil mengumpat bilang, sama-sama kurusnya kok sombong," ujarnya.

Umpatan itu tak dihiraukan PN, usai pesan minuman, ia kembali melewati tempat SG duduk.

"Saat itu terlapor bertanya kepada korban kamu dan aku ada masalah apa, lalu korban menjawab ada, kemudian terlapor langsung berdiri dan membuntuti korban sambil berkata jika ada masalah ayo diselesaikan sekarang," ungkap Anshori menirukan dialog keduanya.

PN tetap berjalan menuju ke parkiran, saat ia sudah di atas sepeda motornya, SG langsung meludahi wajah sebanyak 1 kali lalu menamparnya ke arah muka sebanyak 4 kali mengenai mulut serta meludahi kembali ke arah wajah sekali. 

Baca Juga : Anggaran Rp 100 Juta, Baru 4 Bulan Pembangunan Jalan di Desa Ngadirejo Madiun Sudah Hancur

"Korban yang hanya diam dan berusaha tetap memakai helm kemudian oleh terlapor helm tersebut dilepas secara paksa dan dibuang," imbuhnya.

Kejadian yang berlangsung ini disaksikan saksi berinisial AG yang kemudian melerainya. "Korban langsung melarikan diri meninggalkan tempat dengan kondisi mengalami luka memar untuk melaporkan kejadian yang dialami ke Polres Tulungagung," jelasnya.

Dari hasil serangkaian penyelidikan petugas dari Sat Reskrim Polres Tulungagung SG terbukti serta mengakui perbuatannya yakni melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban PN.

Kini, SG harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya itu dengan menjalani hari-harinya dari balik jeruji besi.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette