Jadi Peserta JKN Sejak 2014, Pria Ini Beruntung Dapatkan Layanan Kesehatan Maksimal

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

18 - Jun - 2022, 12:05

Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan yakni Nedi Putra Arja Wiradi (53). (Foto: Humas BPJS Kesehatan Cabang Malang)


JATIMTIMES - Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yakni Nedi Putra Arja Wiradi menceritakan pengalamannya menjadi peserta Program JKN sejak tahun 2014. 

Nedi mengatakan, dirinya terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1 sejak tahun 2014. Mulanya, Nedi mendaftar sebagai peserta Program JKN bertujuan untuk gotong-royong membantu peserta JKN lain yang sedang sakit. 

Baca Juga : Masuk Gelombang ke-32, Airlangga Paparkan Keberhasilan Program Kartu Prakerja dalam Plenary Session CONFINTEA VII

Jadi, sejak tahun 2014 Nedi telah membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin tiap bulan. Namun, seiring berjalannya waktu, pada September 2019, Nedi telah didiagnosis sakit gagal ginjal. 

"Awalnya saya sering merasa seperti lemah, letih, lesu, akhirnya saya periksa dan cek lab, kemudian disampaikan oleh dokter saya sakit ginjal. Sebenarnya saya telat menyadari sakit ini," ungkap Nedi dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Jumat (17/6/2022). 

Berdasarkan indikasi medis, Nedi mengaku dirinya telah menderita sakit ginjal kronis. Sehingga perlu menjalani serangkaian tindakan medis, seperti melakukan Hemodialisa (HD) dua kali dalam seminggu. 

Nedi menyampaikan, selama dirinya sakit, dirinya tidak patah semangat. Ia selalu meyakini dapat menghadapi penyakit yang diderita untuk menjalankan aktivitas seperti sedia kala. 

"Intinya kita harus tetap berikhtiar dan yakin kepada yang di Atas, dengan rutin menjalani cuci darah, Alhamdulillah saya tetap bisa menjalankan aktivitas saya sebagai jurnalis," ujar Nedi yang berprofesi sebagai jurnalis ini. 

Baca Juga : Sempurnakan Layanan Adminduk, Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Mesin ADM untuk Kabupaten Blitar

Ketika dalam kondisi sakit ginjal kronis tersebut, Nedi bersyukur telah menjadi peserta Program JKN. Pasalnya, Nedi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pengobatan yang dijalani, seperti cuci darah secara rutin. 

Lebih lanjut, Nedi juga mengajak seluruh penduduk Indonesia yang belum memiliki kartu JKN untuk segera mendaftar menjadi peserta Program JKN. Karena selain wajib untuk seluruh penduduk Indonesia, menjadi peserta Program JKN juga merupakan tindakan preventif untuk penanganan kesehatan. 

"Alhamdulillah, kalau tidak ada JKN sudah habis banyak pasti karena cuci darah kan mahal. Terima kasih BPJS Kesehatan. Saya berharap bagi yang belum punya JKN-KIS bisa segera mendaftar," pungkas Nedi.


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette