Masih Meningkat, Jumlah Ternak Terpapar PMK di Kabupaten Malang Jadi 4.677 ekor

10 - Jun - 2022, 01:56

Ilustrasi ternak sapi perah di Pujon, Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).


JATIMTIMES - Mewabahnya penyakit mulut dan kuku masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pasalnya hingga saat ini, jumlah ternak yang telah dikonfirmasi terpapar PMK tercatat ada sebanyak 4.677 ekor sapi.

Berdasarkan catatan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan (DPKH) Kabupaten Malang, dari jumlah tersebut, jumlah terbanyak masih ada di wilayah Malang Barat. Yakni di Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon. 

Baca Juga : Atasi Wabah PMK, Pemkab Malang Siap Gelontor Rp 3 Miliar

Selain itu, Pemkab Malang juga berencana untuk mengalokasikan sejumlah anggaran kurang lebih sekitar Rp 3 miliar untuk penanganan PMK. Namun angka tersebut masih belum dapat dipastikan. Sebab masih menunggu validitas jumlah ternak yang harus segera tertangani. 

"Namun nilai anggarannya masih belum dipastikan, sebab masih harus memastikan validitas data terkait jumlah ternak yang tersuspek PMK. Dua atau tiga hari ini harapannya sudah ada data tersebut, dan pekan depan, minimal sudah ada besaran anggaran yang harus disiapkan untuk tanggap darurat itu," ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin kepada JatimTIMES, Kamis (9/6/2023).

Namun begitu, dirinya menangkap sudah ada sejumlah kemajuan dari Pemkab Malang untuk memastikan perhatiannya dalam penanganan wabah PMK. Hal tersebut juga ditunjukkan dengan rapat koordinasi antara Pemkab Malang, DPRD dan beberapa perwakilan koperasi peternak. 

"Koordinasi untuk memitigasi, memetakan daerah mana saja, agar datanya segera diperbaiki. Itu dalam upaya untuk memaksimalkan anggaran yang akan diakomodir dari BTT (belanja tak terduga)," terang Sodiqul. 

Selain itu menurut Politisi Partai NasDem ini, dalam waktu dekat kemungkinan akan terbit surat keputusan (SK) Bupati Malang terkait langkah-langkah yang lebih mendetil terkait penanganan wabah PMK. Termasuk di wilayah Malang Barat yang sekitar 75 persen penduduknya adalah peternak. 

Baca Juga : Wali Kota Kediri Bersama DPRD Setujui Raperda Pengelolaan BMD dan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan

"Kalau ndak sinergi, mungkin saja di wilayah Malang Barat penyebaran PMK akan merata dan semua akan terpapar. Sedangkan disana ada populasi ternak. Mungkin dalam waktu dekat akan segera turun SK Bupati terkait langkah2 penanganan wabah PMK ini," pungkas Sodiqul. 

Sementara itu sebelumnya dilaporkan bahwa imbas dari wabah PMK ini, produktifitas susu di wilayah Pujon menurun. Dimana pada kondisi normal sebelum ada wabah PMK, produktifitas susu sapi di Pujon mencapai 114 ton per hari, setelah wabah tersebut menyerang kini hanya tinggal 85 ton per hari. 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette