Dewan Minta Penyaluran Bantuan Siswa Miskin Ditata Ulang, Bupati Tulungagung: Barang yang tidak Sesuai Ketentuan Harus Diganti

Editor

A Yahya

06 - Jun - 2022, 08:36

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat dikonfirmasi usai paripurna di Kantor DPRD. Sabtu, 4/6/2022. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)


JATIMTIMES - Pelaksanaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kabupaten Tulungagung mendapat kritikan dari DPRD. Kritikan itu secara resmi dituangkan dalam rekomendasi fraksi-fraksi DPRD Tulungagung saat rapat paripurna, Sabtu (4/6/2022).

Seperti yang telah disampaikan oleh juru bicara Fraksi Hati Nurani Bersatu, Muti'in. DPRD Tulungagung menilai bahwa penyaluran BSM pada siswa tidak mampu kelas 1 sampai kelas 9 saat ini masih belum sesuai dengan harapan masyarakat penerima BSM.

Baca Juga : Di Luar Unjuk Rasa, Pelantikan 4 Perangkat Desa Boyolangu Berjalan Lancar

Untuk DPRD merekomendasikan agar pelaksanaan penyaluran BSM ditinjau kembali dan ditata ulang agar barang yang dibutuhkan oleh siswa bisa diterima tepat waktu, tepat sasaran, tepat ukuran dan tentunya dengan kualitas barang yang sesuai dengan harga pasar. "Kami berharap agar pelaksanaan penyaluran BSM ditinjau kembali dan ditata ulang," kata Muti'in.

Menaggapi hal itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, program BSM sebenarnya sudah melalui study dan kajian bersama. Namun, ketika dipandang tidak efektif, Pemkab bersedia untuk segera mengadakan perubahan. Dan berdasarkan evaluasi, pelaksanaan program BSM 2023 akan disusun kembali. "Kami menerima yang paling bagus, yang paling tepat sasaran itu seperti apa. Akan ada evaluasi, 2023 akan disusun kembali," kata Bupati Maryoto.

Secara teknis, pelaksanaan penyaluran BSM baik dengan uang tunai maupun kartu, sebenarnya adalah hasil saran dan masukkan dari teman-teman DPRD. Tetapi, jika diberikan secara tunai, kadangkala orang tua siswa kebutuhannya tidak di ansichkan khusus untuk kepentingan study anaknya, tapi justru dialihkan untuk kebutuhan yang lain.

Maryoto berjanji, Tahun depan program BSM akan dilakukan kajian agar bisa mengeluarkan kebijakan yang paling tepat, agar BSM sampai kepada sasaran dan sesuai dengan penggunaannya. Untuk BSM tahun ini, lanjutnya, sasaran penerimanya sudah tepat, kalau sebelumnya hanya untuk kelas 1 dan kelas 7 tapi untuk tahun ini untuk seluruh siswa kurang mampu atau siswa miskin mulai kelas 1 sampai kelas 9.

Baca Juga : Smanta Banyuwangi Juara Turnamen Futsal Antar-SMA/SMK U-18 Tahun 2022

Terkait dengan barang yang diterima siswa tidak sesuai dengan ketentuan, Maryoto meminta agar Disdikpora Tulungagung memberi tahu para penyedia barang agar diganti sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. "Harus diganti dengan yang memenuhi persyaratan. Saya minta untuk itu kepada Dinas Pendidikan agar dilaksanakan," tegasnya.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette