Meski Dilarang, Jembatan Gantung Geladak Perak Tetap Menjadi Spot Selfi
Reporter
Asmadi Lumajang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - May - 2022, 12:52
JATIMTIMES – Dibangunnya jembatan Gantung Gladak Perak di Lumajang, rupanya membuat banyak masyarakat penasaran dan ingin melintasinya. Bebeberapa warga yang melintasi jembatan tersebut mengabaikan aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan foto di lokasi jembatan gantung.
Pemrintah Daerah Lumajang melarang berswafoto di jembatan karena khawatir mengganggu mobilitas pemudik dan berbahaya. Bupati Lumajang telah menyampaikan jika untuk melalui jembatan tersebut harus antre dan dibatasi 40 orang pengendara setiap melintas.
Baca Juga : Tepat di Hari Ulang Tahunnya, Anies Baswedan Unggah Foto Keramaian Tebet Eco Park
Namun dari pantauan di lapangan, banyak masyarakat yang melintas mengabadikan foto melalui telepon genggamnya. Ini diakui oleh Camat Candipuro, Abdul Azis yang mengatakan bahwa petugas harus bekerja ekstra untuk mengawasi pengguna jembatan gantung tersebut.
Sejak hari kedua menurut Abdul Azis, sudah banyak masyarakat yang melintasi jembatan tersebut. Rata-rata masyarakat yang melintasi dikarenakan penasaran dengan jembatan yang baru dibangun.
Selain itu, masyarakat memilih jalur alternatif melalui jembatan gantung tersebut untuk merasakan sensasi berjalan di jembatan gantung yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter dari dasar Sungai Besuk Sat itu.
"Warga yang sudah melintasi jembatan tersebut tidak lama balik lewat lagi. Ketika saya tanya katanya penasaran. Jadi bukan karena banyak pemudik, buktinya di Pronojiwo itu sepi-sepi saja kok," kata Abdul Aziz, Sabtu (7/5/2022).
Sementara itu, salah satu pengendara roda dua, Maryono (41) mengaku kalau jalur yang ia lewati saat lebaran yaitu jembatan gantung itu sebagai akses mudik ke Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Patroli Arus Balik, Petugas Satlantas Polres Tuban Siap Tindak Pelanggar di Jalur Kuning Semarang - Tuban
Maryono sempat berpikir tidak bisa mudik, lantaran jembatan yang biasa ia lalui sempat putus gara-gara erupsi Gunung Semeru pada tanggal 04-12-2021 yang lalu. Namun, ia bersyukur dengan dibukanya jembatan gantung tersebut hingga ia bisa mudik.
"Ya cukup deg-degan (jantung berdebar) saat melintas jembatan gantung ini, tapi bisa jadi obat penasaran," ujar Maryono.
