Hari Raya Kupatan dan Arus Balik, Waspada Kemacetan di Jembatan Gantung Gladag Perak
Reporter
Teguh Eko Januari
Editor
Dede Nana
06 - May - 2022, 10:00
JATIMTIMES - Arus lalu-lintas yang melalui jembatan gantung Gladag Perak Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang hingga kini dilaporkan padat. Kepadatan arus lalu lintas di jalur ini terjadi sejak hari H-2 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah hingga saat ini.
Di tempat tersebut ratusan pemotor harus mengantre untuk menyeberang melalui jembatan sehingga tidak jarang terjadi kemacetan. Bahkan untuk mengurai kemacetan ini, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D., Rabu (4/5/2022) lalu terpaksa harus turun langsung turut mengurai kemacetan yang terjadi.
Baca Juga : Momentum Lebaran 2022, DLH Kota Malang Sigap Bersihkan JPO untuk Lingkungan Bersih
"Sebenarnya kepadatan arus kendaraan roda dua yang melintas di jalur tersebut khususnya pada libur lebaran sudah kita prediksi. Namun karena adanya lonjakan volume kendaraan sehingga sempat terjadi kemacetan, " ujar Dewa.
Bagi warga yang tidak berkepentingan diharapkan tidak melintas di jalur yang melalui jembatan ini. Apalagi pada saat arus balik saat ini hingga 8 Mei 2022.
“Saat ini masih bisa teratasi, namun dikhawatirkan pada puncak arus balik nanti dan hari raya kupatan (tujuh hari sejak hari H lebaran). Jika tidak ada imbauan bisa jadi macet panjang lagi,” ujar salah seorang petugas di jembatan gantung Gladak Perak.
Seperti diketahui bahwa setelah resmi di buka pada 23 April 2022 lalu, Jembatan Gantung Gladak Perak ini menjadi satu-satunya pilihan terdekat bagi warga Lumajang yang akan menuju Malang begitu pula sebaliknya.
Selain menjadi pilihan jalur terdekat dan teraman, banyak pula warga yang ingin mengetahui jembatan alternatif yang baru selesai dibangun ini. Akibatnya pada momen tertentu kemacetan tidak bisa dielakkan hingga berjam-jam.
Baca Juga : Pariwisata Lumajang Mulai Menggeliat, Pengunjung Pemandian Selokambang Membludak
Kejadian ini kemudian direspon oleh pemerintah setempat sehingga sejak saat itu diturunkan petugas yang mengatur antrean dan menjaga keamanan. Petugas dari Satgas Keamanan Desa (SKD), relawan, TNI dan Polri hingga kini terus disiagakan. Tidak jarang mereka kewalahan karena di masing-masing sisi jembatan antrean sudah mengular dan masing-masing ingin segera diseberangkan.
Sebenarnya selain jembatan gantung Gladak Perak, ada juga jalur alternatif lainnya yang bisa digunakan warga, yaitu jalur alternatif aliran sungai Curah Kobokan, namun jalur tersebut beresiko tinggi karena seringkali terjadi banjir lahar dingin.
“Alhamdulillah saya tadi tidak termasuk rombongan yang terjebak macet. Saudara saya yang berangkat pagi tadi sampai ditujuan hampir bersamaan dengan saya yang berangkat belakangan,” ujar Ali Sodikin, warga Turen Malang yang mengaku akan berkunjung ke orang tuanya di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang Jumat (6/4/22) siang.
