Dorong Perlindungan Keselamatan Kerja bagi Pedagang Pasar Pagi Kota Batu, Ini yang Dilakukan Pengurus
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
05 - May - 2022, 01:35
JATIMTIMES - Pedagang pasar pagi di Kota Batu belum semuanya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Dari sebanyak 1.097 orang pedagang pasar pagi di Kota Batu, baru terdapat 455 pedagang yang mengikuti program ini.
Untuk meningkatkan cakupan keikutsertaan pedagang, pengurus Pedagang Pasar Pagi punya alternatif dengan mengupayakan bebas membayar premi di bulan pertama.
Baca Juga : Hidden Gem yang Bisa Dijadikan Tempat Piknik Bersama Keluarga setelah Lebaran
“Kami jajaran pengurus pedagang memang berupaya untuk mensosialisasikan program perlindungan bagi semua pedagang,” ucap Ketua Paguyupan Pasar Pagi Kota Batu Rubianto.
Harapannya, para pedagang ini ikut dalam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) juga Jaminan Hari Tua (JHT). Saat ini pihaknya pun terus berupaya mensosialisasikan kepada para pedagang yang belum terdaftar.
Menurutnya menjadi peserta jaminan sosial ini sangat penting bagi mereka. “Kami terus melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang sangat bermanfaat,” tambah Rubianto.
Bahkan pihaknya berupaya dengan mencari donasi untuk membayarkan premi bulan pertama untuk pedagang yang belum punya kesadaran untuk mendaftarkan dirinya. “Dengan cara ini mereka lebih mudah untuk diajak melanjutkannya,” imbuh Rubianto.
Sementara itu Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Batu untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan jaminan perlindungan itu akan mempermudah ke depannya.
Baca Juga : 13 Cara Menjadi Suami yang Baik Bagi Istri Menurut Pandangan Islam
“Berharap semakin banyak pekerja di Batu mendapat perlindungan, kami tidak mengharapkan kecelakaan kerja, kematian. Namun perlindungan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua juga penting,” harap Asep.
Sementara itu Pemkot Batu untuk merangkul pekerja non formal sudah memiliki program yang ada dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang berjumlah kurang lebih 3.178 orang.
“Pemkot Batu akan menambah terus jumlah warga yang tercover BPJS Ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja non formal. Pemkot Batu memberikan BPJS Ketenagakerjaan ini menggunakan dana CSR,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
