Di Tuban, Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM, PPN dan Kritik Kemendag Tak bisa Stabilkan Bahan Pokok

Reporter

Ahmad Istihar

Editor

Yunan Helmy

15 - Apr - 2022, 03:42

Aksi Front Mahasiswa Tuban saat berunjuk rasa tolak kenaikan harga pokok, BBM, PPN yang dilakukan oleh pemerintah pusat di gedung DPRD Kabupaten Tuban (14/4/2022). (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)


JATIMTIMES - Mahasiswa tergabung dalam Front Mahasiswa Kabupaten Tuban menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (14/4/2022).

Puluhan mahasiswa gabungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI, Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) dan aliansi mahasiswa berbagai kampus di Tuban kompak menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), bahan pokok dan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen.

Baca Juga : Duduk Bersama Aliansi Cipayung Kota Malang, Ketua DPRD Komitmen Teruskan Tuntutan ke Pusat

"Secara tegas, kami menolak kenaikan harga BBM, PPN, dan bahan pokok yang semakin menyengsarakan masyarakat," ucap 
korlap aksi Yayan Heldi Julian.

Selain tiga tuntutan, mahasiswa mendesak pemerintah lewat menteri perdaganggan untuk mengembalikan harga eceran tertinggi (HET) serta mengawasi dan menindak tegas penimbun minyak goreng dari hulu hingga hilir. 

Mahasiswa juga menyerukan dan mendesak Presiden Jokowi dan DPR untuk menghentikan proyek pembangunan IKN (ibu kota Nusantara) dengan mengeluarkan undang-undang penundaan pembangunan Ibu kota negara dan mencabut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang ibunkota negara. 

"Kami juga mendesak segera menghapuskan wacana penambahan periodisasi jabatan presiden atau penundaan pemilu karena dengan melanggar konstitusi yang ada sehingga bisa memberikan kecacatan penerapan demokrasi di negeri ini," tambahnya.

Menurut Yayan, lemerintah seharusnya membantu perekonomian masyarakat guna menuntaskan dampak kemiskinan dan ketimpangan karena dampak pandemi covid-19. 

"Kami tegas menolak kenaikan harga BBM, kenaikan PPN, dan pemberlakuan PPN terhadap bahan pokok, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat,"sambungnya.

Ketua DPRD Tuban H Miyadi yang menemui mahasiswa mengatakan, pihak dewan akan menyampaikan tuntutan para mahasiswa Tuban untuk diteruskan ke pihak-pihak terkait, baik itu legislatif Senayan maupun instansi terkait.

Baca Juga : Dimakamkan di Blitar, Rumah Duka Dokter Muda yang Ditemukan Meninggal di Pasuruan Diipenuhi Karangan Bunga

"Kami mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM, harga bahan pokok, dan PPN. Aspirasi itu akan kami sampaikan ke pemerintah pusat," ujarnya 

Informasi dihimpun,aksi gabungan Front Mahasiswa Kabupaten Tuban  itu sempat diwarnai kericuhan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan. Pasalnya, mahasiswa yang ingin masuk ke kantor DPRD Tuban dihalau petugas sehingga terjadi saling dorong.

Aksi saling dorong mereda setelah belasan perwakilan dari korlap front mahasiswa  diperbolehkan masuk ke dalam gedung dewan untuk menggelar audensi. 

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette