Tim Gabungan Hentikan Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Brantas Blitar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
31 - Mar - 2022, 11:57
JATIMTIES - Tim gabungan resmi menghentikan pencarian bocah tenggelam di Sungai Brantas, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Penghentian ini setelah proses pencarian yang berlangsung selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Kapolsek Selopuro, Iptu Suhartono mengatakan, korban bernama Bagus Satria (8) hilang sejak Sabtu 23 Maret 2022. Pencarian sudah memasuki hari ketujuh pada Selasa 29 Maret lalu. Sesuai SOP pencarian oleh Basarnas, pencarian dihentikan setelah memasuki hari ketujuh.
Baca Juga : Musrenbang RKPD, DPRD Kabupaten Blitar Terima 769 Usulan Perbaikan Jalan Rusak
"Pencarian sudah dilakukan di lokasi Bendungan Serut, ke bawah hingga Tulungagung dan Kediri dengan menggunakan perahu karet. Ini sudah hari ketujuh, belum ditemukan dan tidak ada informasi yang menonjol tentang keberadaannya. Maka pukul 15.00 WIB pencarian dihentikan," kata Suhartono, Kamis (31/3/2022).
Suhartono menambahkan, meski tim Basarnas sudah menghentikan pencarian namun keluarga korban masih ada harapan penemuan jasad Bagus Satria. BPBD, Orari, Rapi, dan LSM patroli Blitar Raya yang jaringannya berada di sepanjang bantaran Sungai Brantas akan saling memberi informasi.
"Nah, jika korban ditemukan, maka petugas akan diberi informasi dan evakuasi akan langsung dilakukan," tukasnya.
Lebih dalam Suhartono menyampaikan, sebelumnya pencarian korban dibagi menjadi 3 tim. Tim pertama menggunakan perahu karet melakukan pemutaran di titik diduga korban tenggelam. Dengan membuat pusaran, bertujuan agar korban bisa terangkat.
Tim gabungan juga melakukan penyisiran sisi utara sungai sampai Bendungan Wlingi dan kembali penyisiran sisi utara sungai sekitar 8 kilometer.
"Kemudian tim 2 melaksanakan pencarian dari titik TKP penyisiran sisi selatan sungai, melaksanakan pemantauan di titik-titik berkumpul sampah sampai Bendungan Wlingi dan kembali penyisiran sisi selatan sungai sekitar 8 kilometer. Sementara tim 3 melakukan pemantauan disekitar Bendungan Wlingi dan penyisiran melalui darat sekitar 4 kilometer," pungkas Suhartono.
Diberitakan sebelumnya, nasib tragis dialami bocah 8 tahun asal Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Bocah bernama Bagus Satria itu dilaporkan hanyut di Sungai Brantas desa setempat, Rabu (23/3/2022).
Baca Juga : Sambut Hari Jadi ke-116 Kota Blitar, Wali Kota Santoso dan Forkopimda Ziarah ke Makam Leluhur
Informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban tenggelam saat sedang memancing di pinggir aliran Sungai Brantas bersama dua orang temannya. Di pinggir sungai, ditemukan sandal dan alat pancing yang digunakan korban.
‘’Korban mencari ikan di pinggir Sungai Brantas bersama dua orang temanya. Kemudian korban terpeleset dan hanyut di sungai,’’ kata Kapolsek Selopuro, Iptu Suhartono.
Suhartono menambahkan, saat itu arus Sungai Brantas cukup deras karena baru saja ada flushing atau pladu.
‘’Korban langsung hanyut di sungai karena arus sungai saat itu cukup deras. Arus cukup deras karena baru saja ada flushing,’’ terangnya.
