Kasus Covid di Banyuwangi Alami Lonjakan, Sekolah Terbelah Sikapi PTMT
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Dede Nana
21 - Feb - 2022, 01:27
JATIMTIMES - Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah di wilayah Banyuwangi sedikit terganggu. Bahkan beberapa sekolah memutuskan menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau KBM secara di luar jaringan (daring) bagi siswanya.
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di wilayah Banyuwangi saat ini terbelah karena ada sebagian sekolah yang tetap menggelar PTMT 50 persen. Sedangkan sebagian lain mendapatkan rekomendasi Satgas Covid-19 untuk menggelar PJJ atau KBM secara daring karena beberapa temuan kasus positif pada beberapa siswa.
Baca Juga : Isu Efek Samping Vaksin Booster, Dinkes Kota Kediri Bakal Genjot Sosialisasi
Menurut Suratno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, petugas kesehatan melakukan tracing beberapa siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi dan menyatakan beberapa dari mereka positif terpapar Covid-19.
”Bahkan beberapa SMP bukan hanya kelas tetapi satu sekolah yang menggelar PJJ. Misalnya SMP Negeri 2 Kalipuro dan terakhir di SMP Negeri 2 Tegaldlimo setelah petugas melakukan tracing dan testing ternyata menemukan belasan siswa dan guru yang positif Covid,” jelasnya.
“Sehingga dalam upaya melindungi semua dan sekaligus menunggu agar siswa yang sakit bisa terlihat jelas dan setelah lima hari berikutnya sekolah tersebut akan melaksanakan kembali PTMT,” imbuh pejabat asal Genteng itu.
Dalam pencegahan dan penaggulangan Covid-19 di lingkungan sekolah di wilayah Banyuwangi untuk penanganannya berbasis sekolah. Sehingga tidak ada konsep PJJ total untuk semua sekolah di wilayah Banyuwangi tetap melihat kasus per kasus dari semua sekolah yang ada.
“Saat ini tidak semua sekolah di Banyuwangi melaksanakan PJJ tetapi sebagian tetap menggelar PTMT 50 persen yang tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di sekitarnya,” tambah Suratno.
Tidak lupa Suratno menyarankan kepada orangtua/wali murid yaitu sama dengan yang ada di sekolah kunci penanganan pandemi ini konsisten dalam mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) minimal menggunakan masker dengan baik dan benar.
“Kunci kedua adalah vaksinasi...