Suami Istri Korban Ritual Maut Pantai Payangan Tinggalkan 5 Anak, Bupati Jember: Mereka Menjadi Tanggung Jawab Kita Semua
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Pipit Anggraeni
14 - Feb - 2022, 12:31
JATIMTIMES – Ada kisah pilu dari tragedi ritual maut di Pantai Payangan Watu Ulo Ambulu Jember, yakni meninggalnya Syaiful (35) korban terakhir yang ditemukan tim SAR. Rupanya syaiful tidak sendirian, ia berangkat untuk melaksanakan ritual bersama dengan Sri Wahyuni (30) yang tidak lain istrinya. Bahkan, dari pernikahan keduanya, korban dikaruniai 4 anak dan 1 anak angkat.
“Ada 5 anaknya, yang pertama usia 15 tahun dan masih kelas 2 SMP, yang kedua 12 tahun, yang ketiga 10 tahun, yang ke 4 5 tahun dan yang terakhir masih 3 tahun,” ujar Edo saat menunggu kedatangan jenazah kedua saudaranya Minggu (13/2/2022).
Baca Juga : Kondisi Terkini Korban Ritual Maut Pantai Payangan, Bupati Jember Kunjungi Puskesmas Ambulu
Menurut Edo, dirinya maupun tetangganya tidak mengetahui ritual yang diikuti oleh kedua saudaranya tersebut, yang ia tahu, bahwa dalam 2 bulan terakhir ini saudaranya mengikuti kegiatan pengajian.
“Ya tahunya kami mengikuti pengajian, baru sekitar 2 bulan, biasanya membawa anaknya yang besar, dan anak-anaknya yang lain dititipkan ke saudaranya, cuma tadi malam semua anaknya ditinggal dalam satu rumah dan tidak ada yang dibawa atau dititipkan ke saudaranya seperti biasanya,” jelas Edo.
Bupati Jember H. Hendy Siswanto yang datang ke rumah duka usai menjenguk korban di Puskesmas Ambulu, tidak kuasa menahan haru saat melihat anak korban yang masih berusia 3 tahun tetap bermain dengan kakaknya didepannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang didampingi sejumlah kepala juga memberikan bantuan bingkisan dan sejumlah uang kepada anak-anak korban dan diterima oleh perwakilan keluarga almarhum.
Baca Juga : Polisi Selidiki Kasus Ritual Maut yang Tewaskan 11 Orang
“Ini tadi kami memberikan bantuan dan sejumlah uang untuk keperluan anak-anak korban, ada 4 anaknya dan 1 lagi merupakan anak angkat, dan saya kagum meski dalam kondisi seperti ini, almarhum dan almarhumah masih peduli terhadap sesama,” ujar Hendy.
Bupati Hendy juga memastikan, bahwa anak-anak korban yang ditinggalkan tersebut semuanya menjadi yatim piatu, namun kebutuhan akan dipenuhi dan dipastikan untuk tidak terlantar. “Tadi kami cek, ternyata yang bersangkutan masuk dalam PKH, dan anak-anaknya juga mendapatkan KIP, jadi data sudah ada dan selama ini sudah mendapat bantuan, ya tinggal nambah saja untuk bantuannya, karena saat ini mereka menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkas Bupati.
