Ibu dan Anak Meninggal Tragis Ditabrak Kereta Api
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Feb - 2022, 09:22
JATIMTIMES - Nasib tragis harus diterima Siti Aisyah (31) dan Firman Aziz Ramadhani (10 bulan) yang meninggal usai ditabrak Kereta Api Penataran Dhoho, Minggu (13/2/2022) pagi.
Kapolsek Sumberpucung AKP Effendy Budi Wibowo berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) menuturkan bahwa Minggu (13/2/2022) sekitar pukul 05.20 WIB saksi Mulyawanto yang berada di rumahnya di Desa Jatiguwi sedang persiapan berangkat ke Tulungagung. Namun saksi mendengar di belakang rumahnya bahwa kereta api tersebut melintas dari arah Blitar ke Malang tahu-tahu berhenti.
Baca Juga : Kantor Staf Presiden Temui Warga Wadas Buntut Kisruh Proyek Bendungan Bener
“Kemudian saksi keluar rumah dan menuju rel KA, ternyata ada 2 orang tertabrak KA dan meninggal, tak berapa lama kemudian ada saksi lain yang datang ke TKP,” kata Effendy.
Setelah melihat TKP, korban diketahui ibu dan anak. Karena ketika melihat di TKP, Siti Aisyah terlihat masih menggendong anaknya yang masih berusia 10 bulan tersebut.
“Setelah petugas Polsek Sumberpucung dan INAFIS Polres Malang datang ke TKP dilakukan identifikasi dan diketahui korban adalah Siti Aisyah dan anaknya bernama Firman. Akhirnya korban dibawa ke RSSA Malang untuk dilakukan autopsi,” tutup Effendy.
Seperti informasi yang diterima JatimTIMES, Firman atau anak dari Siti Aisyah sejak Sabtu (12/2/2022) malam mengeluh dan menangis. Diketahui anak berusia 10 bulan itu mengalami gangguan pada pencernaannya sejak lahir.
Baca Juga : Update Korban Ritual Maut di Pantai Payangan Jember, Ditemukan 11 Korban Meninggal
Suami Siti Aisyah, Jumawan (36) mengatakan bahwa pihaknya tidak ada masalah apapun dengan istrinya. Pria dua anak ini mengaku bahwa saat pagi hari mendapat kabar bahwa anaknya yang berusia 10 tahun bersama istrinya tidak ada dirumah.
“Saya tidur dengan anak pertama saya, jam 8 dikabari kalau anak (dan istri saya) tidak ada (meninggal). Kejadiannya ya dekat rumah,” kata Jumawan.
