Vaksinasi Lansia, Petugas di Tuban Jemput Bola ke Rumah sampai Malam Hari

Reporter

Ahmad Istihar

Editor

Yunan Helmy

03 - Dec - 2021, 07:01

Petugas tenaga kesehatan, TNI, Polri saat berkeliling ke rumah-rumah lansia di wilayah Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban (3/12/2021. (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)


JATIMTIMES -  Genjot vaksinasi, petugas gugus covid-19 dari Dinas Kesehatan Tuban bersama TNI dan Polri mendatangi kampung miliarder Kecamatan Jenu mulai pagi sampai malam (3/12/2021).

Kali ini para petugas bertugas menyisir gang - gang kecil perkampungan untuk mengajak vaksinasi jenis Sinovac bagi lansia.

Baca Juga : Agar ‘Mentas’ dari Level 3, Berikut Instruksi Bupati Jember untuk Kades dan Lurah Terkait Vaksin

 

Bahkan aksi keliling sampai menjelang waktu isya pukul 19.00 WIB dilakukan oleh para petugas vaksin. Hal itu demi menghabiskan jatah sisa vaksin yang disediakan oleh Dinas Kesehatan.

Danramil Jenu Kapten Arh Sudiono menjelaskan bahwa ada sebanyak 110 dosis pertama disediakan tim Dinkes  dan dosis kedua  bagi 60 orang.

Optimalisasi percepatan vaksin sampai waktu malam ini, kata Sudiono, bertujuan mengejar target imun dan daya tahan tubuh setiap warga di angka 70 persen. Makanya petugas rela  jemput bola dan menghabiskan vaksin itu. 

"Kami jalankan sampai malam ya. Hal ini untuk memenuhinya target dan herd immunity di wilayah sini," tandasnya 

Diakui Sudiono, meski petugas jemput bola datang dari rumah ke rumah sampai malam hari, sambutan masyarakat perihal vaksinasi ini patut diapresiasi dan menjadi contoh agar mereka tidak takut lagi untuk divaksin. 

"Terkadang lansia ingin divaksin. Namunada  kendala fisik sehingga tim yang keliling rumah-rumah. Alhamdulillah warga tidak ada rasa khawatir akan vaksinasi tersebut," tambahnya.

Sudiono menambahkan, meski vaksinasi sudah berjalan terus-menerus, dia mengajak warga tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Dia menilai vaksin bukan jaminan seseorang bisa terbebas serangan pandemi covid-19 yang sampai kini memunculkan embrio baru. 

Baca Juga : Dinkes Kota Malang Masih Dalami Pemeriksaan Warga yang Alami Kebutaan setelah Divaksin

 

"Tidak boleh serta-merta. Protokol kesehatan tetap dipatuhi. Vaksin hanya sebagai penguat imun tubuh," tandasnya.

Sementara salah seorang warga, Asminah (65), mengatakan, dirinya pribadi mengakui mengikuti perintah pemerintah. Sebab,  tiap keluarga penerima manfaat yang memperoleh bantuan sosial atau bansos diwajibkan ikut suntik serta kartu vaksinasi digunakan syarat pengambilan bansos tersebut. 

"Ya gimana lagi, pokoknya manut. Katanya tetangga -tetangga, nanti kalau nggak ikut vaksin, tidak bisa ambil bansos," tutupnya.

 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette