Bupati Lumajang Semprot Kepala Puskesmas dan Camat di Depan Danramil dan Kapolres

Editor

Yunan Helmy

18 - Nov - 2021, 08:34

Kapuskesmas Bades Kecamatan Pasirian saat menyampaikan laporan di acara rakor evaluasi percepatan vaksin di Pendapa Arya Wirabraja Lumajang. (foto: Teguh Eko Januari/JatimTimes)


JATIMTIMES - Bupati Lumajang Thoriqul Haq tiba-tiba marah di tengah-tengah  acara rapat koordinasi  evaluasi vaksinasi yang digelar di PendapA Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Kamis (18/11) siang.

Rapat yang dihadiri danramil, kapolres, kadinkes, camat, kapolsek dan kapuskesmas seluruh Kabupaten Lumajang ini mendadak hening sejenak saat ada lontaran kata-kata pedas dari bupati.

Baca Juga : Tahun Depan Bupati Malang Akan Naikkan Insentif Kader Kesehatan

Bupati Lumajang yang akrab dipanggil dengan sebutan Cak Thoriq ini semula bangga menerima laporan dari masing masing sektor terkait percepatan vaksin di wilayah masing-masing. Termasuk dari tenaga kesehatan (nakes)  yang mengatakan siap sedia kapan pun ditugaskan demi tercapainya target vaksinasi di Lumajang.

Namun, suasana ini berubah ketika danramil Pasirian melaporkan bahwa saat vaksinasi di Desa Bades, ada penolakan dari nakes untuk melanjutkan vaksinasi hanya karena alasan kecapekan. Semula nakes beralasan vaksinnya habis. Namun oleh danramil Pasirian di-support untuk mengambil vaksin di puskesmas lain.

 “Tapi kemudian mengatakan kecapekan karena sudah memvaksin 1.400 orang lebih mulai dari pagi,” ujar Danramil 0821/08 Pasirian Lumajang Kapten Arm Ony Arianto.

Mendengar laporan ini Cak Thoriq meminta kepala Puskesmas Bades untuk berdiri dan memperhatikan laporan dari danramil tersebut. Namun saat laporan tersebut berlangsung, Kapuskesmas Bades dr Mudalifah berjalan ke tempat lain.

“Kapuskesmas Bades kok jalan-jalan itu. Dengarkan laporan itu, penting,” teriak Cak Thoriq.

 Kapuskesms Bades kontan langsung balik ke tempat sambil senyum-senyum sehingga membuat Cak Thoriq semakin geram. “Jangan cengengesan. Saya tunggu jawabannya,” ujarnya.

Kepela Puskesmas Bades tersebut kemudian memberikan laporan bahwa pihaknya menghentikan vaksinasi karena alasan memperhatikan kesehatan nakesnya. Namun ia mengaku tidak melakukan koordinasi dengan aparat lain dan tidak melapor kepada kepala Dinas Kesehatan untuk minta tambahan nakes.

Baca Juga : Kali Telu Meluap, Ratusan Rumah di Tulungagung Lumpuh Dikepung Banjir

Mendapati alasan tersebut, Cak Thoriq langsung berbisik kepada Kepala Dinas Kesehatan Lumajang  dr Bayu . Meski berbisik, suaranya masih terdengar karena dekat dengan microphone. “Ini dievaluasi. Nanti dipertimbangkan kinerjanya. Dalam waktu dekat, ada evaluasi dan mutasi,” bisiknya.

Selain kapuskesmas, beberapa camat juga tampak grogi saat menyampaikan laporan kepada Cak Thoriq karena dicerca dengan pertanyaan terkait data percepatan vaksin di wilayahnya. “Datanya kok lebih lengkap dari koramil. Ini menjadi catatan,” ujar Cak Thoriq.

Dari hasil evaluasi  laporan masing-masing kecamatan, didapat selisih data. Hasil beberapa kegiatan vaksin yang dilakukan TNI dan Polri ternyata belum masuk input data capaian vaksin di Dinas Kesehatan Lumajang yang seharusnya bisa menambah poin percepatan vaksin di Lumajang.

Usai acara, saat ditanya JatimTIMES terkait kegeramannya kepada camat dan kapuskesmas tadi, Cak Thoriq mengatakan karena mereka tidak  update data dan kurang koordinasi. “Tidak update data, kurang koordinasi yang menyebabkan banyak warga tidak bisa tervaksin dengan alasan yang tidak masuk akal,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette