Satu Dekade Partai NasDem: Antara Politik tanpa Mahar dan Gelar Pahlawan Syaichona Kholil

Editor

A Yahya

12 - Nov - 2021, 01:32

Satu dekade Partai NasDem


JATIMTIMES - DPD Partai Nasdem Surabaya menggelar acara untuk memperingati 10 tahun (1 dekade) Partai Nasdem. Peringatan dilakukan di kantor DPD Partai Nasdem di Jalan Diponegoro, Kamis (11/11/2021). 

Sehari sebelumnya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, DPD Partai Nasdem berkunjung ke beberapa rumah sakit untuk memberikan karangan bunga ke para tenaga kesehatan. Ini sebagai tanda terima kasih terhadap perjuangan mereka, yang menjadi garda menanggulangi penularan Covid-19.

Baca Juga : Respons Aspirasi, Komisi B DPRD Tulungagung Beri Stimulan kepada Kelompok Budidaya Kambing

Ketua DPD Partai Nasdem Surabaya Robert Simangunsong mengatakan di usia yang ke 10 tahun, Partai Nasdem kembali menegaskan ke masyarakat sebagai partai politik tanpa mahar. 

"Partai Nasdem dengan jargon partai restorasi tanpa mahar. Setiap pileg dan pilkada tidak pernah memungut uang atau mahar ke calon, bahkan para calon diberikan support dana pikiran dalam pilkada dan pilpres. Ini merupakan prinsip partai," tegas RObert Simangunsong.

Robert juga menyampaikan Partai Nasdem banyak berbuat untuk masyarakat Surabaya di masa pandemi. "Banyak yang sudah kita lakukan, di antaranya membagikan sembako ke warga yang terdampak pandemi. Membagikan masker,  hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan untuk menanggulangi resiko penularan," jelas Robert.

Sementara itu Ketua Tim Media DPD Partai Nasdem Surabaya Imam Syafi'i menambahkan, Partai Nasdem tetap berkomintmen agar pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil.

Baca Juga : Gelora Banyuwangi Usulkan Tiga Tokoh Blambangan Menjadi Pahlawan Nasional

"Kita mendorong agar gelar pahlawan secepatnya diberikan kepada beliau. Karena tidak ada alasan lain, semua syarat administrasi sudah lengkap. Begitu juga dukungan dari tokoh Madura dan Jatim. Semua pihak tidak ada yang mempersoalkan," tegas Imam.

Menurut pria yang juga mantan wartawan ini seharusnya pemerintah tidak perlu diminta untuk memberikan gelar pahlawan nasional tersebut. "Saya mengimbau ke presiden agar gelar itu diberikan, seharusnya tidak usah diminta. Karena beliau Syaikhona Kholil merupakan guru dari para kiai, di antaranya Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy'ari yang sudah diberikan gelar sebagai pahlawan nasional," pungkas Imam.


Topik

Politik, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette