Hasto PDIP Sindir Beda Kepemimpinan Jokowi dan SBY, JK Beri Bantahan

Reporter

Desi Kris

Editor

A Yahya

30 - Oct - 2021, 03:40

Jusuf Kalla, SBY, dan Jokowi (Foto: RiauSky.Com)


JATIMTIMES - Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) buka suara terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP), Hasto Kristiyanto, yang menyebut 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya banyak menggelar rapat tanpa mengambil keputusan.

JK pun membantah keras pernyataan Hasto tersebut. Ia mengatakan, bahwa sejumlah keputusan penting di era SBY justru diambil dalam rapat. Salah satunya, yakni keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 126 persen demi mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2005.

Baca Juga : Hobi Main Game, Mahasiswa Generazi Z Dipuji Organisatoris Handal

"Zaman SBY beberapa keputusan penting diambil dalam rapat, seperti mengurangi defisit APBN tahun 2005 dengan menaikkan harga BBM sebesar 126 persen, terbesar dalam sejarah, tanpa demo karena langsung dibarengi dengan BLT [bantuan langsung tunai]," kata JK dalam keterangannya, Jumat (29/10/2021)

Hal serupa juga dilakukan di pemerintahan SBY saat hendak melakukan konversi minyak tanah ke LPG, yang diambil dalam Sidang Kabinet pada 2006. Menurutnya, keputusan itu membuat defisit APBN terjaga dengan aman.

Keputusan pembangunan infrastruktur dengan kerangka konektivitas, ucap JK, juga telah disetujui dalam Sidang Kabinet. JK juga berkata banyak keputusan lain yang diambil di pemerintahan SBY melalui rapat demi mencapai pertumbuhan ekonomi, seperti soal perdamaian atau penyelesaian konflik di Aceh kala itu. 

"Rapat-rapat yang menghasilkan keputusan bidang sosial dan ekonomi untuk mengatasi krisis ekonomi dunia 2008-2009 tanpa efek besar di bawah koordinasi Menteri Keuangan Sri Mulyani," kata JK. 

Selain itu, JK menyampaikan bahwa pemerintahan SBY dan Joko Widodo (Jokowi) mengambil keputusan dan cara rapat yang jumlahnya hampir sama setiap tahun. Menurutnya, ada keputusan yang diambil di rapat secara langsung dalam rapat, tapi ada juga keputusan yang harus dirapatkan lewat sejumlah pertemuan sebelum keputusan diambil. 

Di era Jokowi, menurut JK, banyak keputusan-keputusan yang diambil dalam berbagai rapat, baik yang bersifat terbatas atau paripurna. Menurutnya, hal itu kemudian membuat setiap kebijakan atau program, seperti pembangunan infrastruktur dan mengatasi Covid-19, bisa berhasil.

"Hal yang sama pada zaman Pak Jokowi periode pertama dan kedua," ucap JK.

Sebelumnya, Hasto melayangkan kritik kepada 10 tahun pemerintahan SBY. Kritik itu disampaikan Hasto bersamaan dengan pujian PDIP kepada pemerintahan di bawah Jokowi.

Baca Juga : Pemkot Batu Datangi Rumah ABK Warga Kota Batu yang Terombang-Ambing di Kapal AS

Menurut Hasto, Jokowi menuai banyak pujian memasuki tahun ke-7 pemerintahannya. Itu berbeda dengan 10 tahun pemerintahan sebelumnya, yang dinilai banyak melakukan rapat tanpa mengambil keputusan.

"Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

"Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," tambah Hasto. 

Jokowi dinilai berhasil mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia memuji strategi pemerintah dalam mengatasi pandemi dengan menyeimbangkan antara ekonomi dan kesehatan.

Hasto juga menilai bahwa Jokowi telah berhasil dalam setiap agenda rapat, yang disertai pengambilan keputusan antara pusat dan daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Jokowi bersama Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Menteri Kesehatan dalam mendapatkan jatah vaksin Covid-19.

"Hal itu tidak mungkin kalau Presiden Jokowi tidak memberikan suatu direction, membentuk tim negosiasi untuk mendatangkan vaksin-vaksin dan bergerak dengan penuh keyakinan," tandas Hasto.


Topik

Politik, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette