Gelar Aksi Bisu, Kopri PC PMII: Simbolisasi Bungkamnya Pemkab Sumenep
Reporter
Syaiful Ramadhani
Editor
A Yahya
29 - Oct - 2021, 07:24
JATIMTIMES - Puluhan mahasiswi dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Cabang Sumenep menggelar aksi bisu di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Jumat (29/10/2021).
Massa dalam aksi bisu tersebut menggunakan lakban untuk menutup mulut mereka yang diartikan sebagai simbol bungkamnya para pejabat perihal banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Keris.
Baca Juga : 3 Obat Alami Atasi Sakit Gigi, Salah Satunya Arang yang Punya Sifat Antibakteri
"Aksi bisu ini sebagai simbol bahwa Pemkab Sumenep diam dan membisu secara habis-habisan terkait banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak," kata Ketua Kopri PC PMII Sumenep, Nur Waida.
Menurut dia, kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Sumenep semakin meningkat dari tahun ke tahun. Terbukti pada tahun 2020 ada 39 kasus, sebanyak 20 kasus terselesaikan dan 19 kasus lainnya terbengkalai.
"Pemkab Sumenep harus mengambil langkah kongkret yang bisa menyelesaikan persoalan yang ada. Misalnya dengan segara mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten layak anak," tegas Nur Waida.
Dengan adanya Raperda Kabupaten layak anak, sambung Waida, dipastikan tidak ada lagi ketimpangan gender, utamanya dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di bidang hukum.
Baca Juga : 5 Cara Makan Semangka yang Baik Menurut Ajaran Nabi Muhammad SAW
"Ini berharap dari aksi ini, ada pembenahan dari pihak birokrasi kedepannya. Kami juga akan siap mengawal persoalan kekerasan dan anak ini hingga tuntas," pungkas Nur Waida...