Tetap Melaju Meski Pandemi, Aset Bank Jatim Tembus Rp 101 Triliun

29 - Oct - 2021, 01:59

Press Release di kantor Bank Jatim


JATIMTIMES - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim melaksanakan analyst meeting dalam rangka memberikan keterbukaan informasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting guna memaparkan kinerja keuangan Triwulan III Tahun Buku 2021. 

Tahun 2021 ini sendiri masih menjadi tantangan bagi industri perbankan. Pandemi Covid-19 gelombang kedua yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia membuat sektor bisnis kembali mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan. 

Baca Juga : 30 Sekdes PNS di Tulungagung Bakal Ditarik ke Pemkab, Sisanya Masih Menunggu Perkembangan

Namun demikian, selepas situasi pandemi yang berangsur membaik, perekonomian Indonesia khususnya di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan positif setelah sebelumnya terkena dampak pandemi. Bankjatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi tersebut, masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

Kinerja keuangan bankjatim Triwulan III Tahun Buku 2021 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). "Berdasarkan kinerja September 2021, aset bankjatim tercatat Rp 101 triliun atau tumbuh 23,05%, laba bersih bankjatim tembus Rp. 1,19 Triliun atau tumbuh 7,81% (YoY) Selama semester I 2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 23,45% (YoY) yaitu sebesar Rp. 86,13 triliun," terang Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, Kamis (28/10).

Dia menjelaskan jika Bankjatim mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 6,57% (YoY) atau sebesar Rp 43,04 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 13,32% (YoY) atau tercatat Rp. 7,32 Triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 10,83% atau tercatat Rp 11,10 Triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 2,97% atau tercatat Rp. 24,62 Triliun.

"Komposisi rasio keuangan bankjatim periode September 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,17%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,09%, dan Return On Asset (ROA) 2,22%," tuturnya.

Selain itu selama pandemi, bankjatim menurut dia juga berperan dalam upaya penanggulangan dampak pandemi dengan menyalurkan Corporate Sosial Responsibility (CSR). Kemudian bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui restrukturisasi kredit. 

Sampai dengan September 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp. 2,8 Triliun atau 6,50% dari total penyaluran kredit bankjatim. 

Baca Juga : Tuan Rumah Upacara Sumpah Pemuda, Gubernur Khofifah Ingatkan Pemimpin Kongres Pemuda Tuban

Ditengah-tengah pandemi Covid-19, bankjatim juga menghadirkan inovasi layanan digital yang diberi nama “JConnect”. Sebuah Branding Digital Banking yang mencerminkan transformasi digital bankjatim dengan semangat mengkoneksikan semua kebutuhan dan kemudahan akan akses layanan perbankan. 

Dengan hadirnya JConnect, pengguna layanan digital bankjatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (YoY), pengguna mobile banking mengalami pertumbuhan sebesar 49,8% (YoY). Sedangkan pengguna sms banking dan internet banking juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 34,4% dan 39,6% (YoY).

Tingginya angka pertumbuhan pengguna e-channel bankjatim menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital bankjatim semakin meningkat. 

Melalui produk-produk layanan digital, bankjatim memberikan solusi kepada nasabah dan masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Dengan memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette