Relawan Vaksin Nusantara Tak Terdata di PeduliLindungi hingga Harga Diklaim Bakal Murah
Reporter
Desi Kris
Editor
Pipit Anggraeni
07 - Oct - 2021, 04:04
JATIMTIMES - Relawan yang menerima suntikan vaksin Nusantara tidak terdata di aplikasi PeduliLindungi. Hal itu telah dialami oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena.
Dalam aplikasi PeduliLindungi, Melki mengaku masih tercatat belum menerima vaksin.
Baca Juga : Tim Peneliti Tagih BPOM dan Kemenkes soal Nasib Vaksin Nusantara
"Sampai sekarang kami sendiri, saya sebagai relawan vaksin Nusantara belum bisa untuk memakai otoritas di PeduliLindungi untuk dipakai dalam perjalanan walaupun kita lihat yang mengeluarkan ini RS kepresidenan, RSPAD Gatot Soebroto," kata Melki dalam acara daring, Rabu (6/10/2021).
Melki pun telah menanyakan hal tersebut dalam rapat di Komisi IX DPR. Ia lantas menemukan jawaban bahwa aplikasi PeduliLindungi hanya mendata warga yang telah disuntik dengan vaksin yang mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seperti Sinovac, Pfizer, AstraZeneca serta Sinopharm.
Sementara diketahui hingga kini Vaksin Nusantara belum diuji klinik sampai tahap III, sehingga belum dianggap vaksin Covid-19 oleh BPOM.
"Ke mana-mana tidak bisa terbang karena pakai vaksin Nusantara, saya ikut juga vaksin yang lain biar administrasi saya, urusan terbang-terbang, pergerakan saya masuk di PeduliLindungi. Tapi untuk pengobatan murni, yang saya pakai adalah vaksin Nusantara," jelas Melki.
Terkait hal itu, anggota Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Tjen mengaku belum bisa berkomentar lebih soal nasib vaksin gagasan mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto tersebut.
Saat ini tim peneliti sendiri masih fokus untuk merampungkan persiapan uji klinik. Daniel belum mengetahui vaksin Nusantara akan dikomersialkan secara luas atau tidak.
Sebelumnya, Kemenkes, BPOM dan TNI AD telah membuat nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pada 19 April. Dalam MoU tersebut dinyatakan bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan.
Dengan demikian, penelitian yang dilakukan tim Vaksin Nusantara bukan uji klinik demi mendapat izin edar oleh BPOM menjadi vaksin, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.
"Terkait apakah nanti ini akan masuk aplikasi PeduliLindungi, saya kira itu kewenangannya ada di Menteri Kesehatan," ujar Daniel...