Kunjungi Kabupaten Blitar, Menteri Suharso Monoarfa Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Ponpes

01 - Oct - 2021, 11:34

Menteri Suharso Monoarfa meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Nurul Ulum Kabupaten Blitar. (Foto: Aunur Rofiq/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Nurul Ulum di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jumat (1/10/2021). Kegiatan vaksinasi ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar berkolaborasi dengan Badan Intelejen Negara (BIN).

Dalam kesempatan ini, Suharso Monoarfa memberikan apresiasi kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Pondok Pesantren. Menurutnya program vaksinasi ini penting untuk menciptakan herd immunity.

Baca Juga : Support Pemerintah, DPC PKS Lowokwaru Turut Gelar Vaksinasi Covid-19

 

“Kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah mulai dilaksanakan. Jangan sampai pembelajaran tatap muka ini memunculkan kluster Covid-19. Sehingga vaksinasi Covid-19 ini sangat penting sekali,” kata Suharso.

Kunjungan kali ini Suharso melihat langsung pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Nurul Ulum. Dirinya melihat para santri sangat antusias dan bersemangat mengikuti vaksinasi yang digelar. Sesuai data ada sekitar 1.200 santri Ponpes Nurul Ulum yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis 1.

“Para santri di sini usianya muda-muda. Dan saya melihat mereka paham betul pentingnya vaksinasi,” tukasnya.

Suharso menambahkan, secara keseluruhan program vaksinasi di Indonesia berjalan baik. Terus menurunnya kasus Covid-19 dan suksesnya program vaksinasi di Indonesia diharapkan akan menjadi contoh penanganan pandemi Covid-19 bagi dunia internasional.

“Dan semoga berjalannya vaksinasi ini bisa membentuk herd immunity di akhir tahun ini. Insyaalah untuk vaksin di Indonesia akan terus tersedia,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Intelejen Negera Daerah Jawa Timur, Marsma Rudy Iskandar, menyampaikan BIN memiliki program vaksinasi menyasar lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren. Pelaksanaan program ini BIN bekerjasama dengan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah. Selain itu BIN juga melaksanakan program vaksinasi dengan menyasar lansia.

“Khusus untuk Kabupaten Blitar kami melaksanakan vaksinasi menyasar pondok pesantren. Sasaran kita 1.200 santri di Ponpes Nurul Ulum,” jlentrehnya.

Terkait dengan capaian vaksinasi, Rudy menyampaikan capaian vaksinasi di Jawa Timur saat ini tertinggi di Indonesia. Kondisi ini tak lepas dari sinergitas Forkopimda Jatim. Begitupun dengan BIN juga terus aktif membantu pemerintah menyukseskan program vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

“Daerah Jawa Timur itu sekarang daerah kuning dimana sebelumnya merah kelam. Perubahan warna ini karena masifnya kita melaksanakan vaksinasi. Baik itu Ibu Gubernur, Kapolda dan Pangdam gencar melaksanakan program vaksinasi. Begitu pun kita BIN juga gencar melaksanakan vaksinasi secara sinergi. Di Jawa Timur ini masih ada beberapa daerah yang masuk level 3, daerah ini sasaran prioritas kita untuk vaksinasi,” paparnya.

Baca Juga : Wajib Vaksin Tak Boleh Jadi Persyaratan Pencairan Banos

 

Lebih dalam Rudy menyampaikan, BIN ke depan akan terus menggencarkan program vaksinasi. Saat ini BIN memiliki stok 110 ribu vaksin Sinovac.

“Kita dari BIN Jatim memiliki stok 110 ribu vaksin Sinovac. Vaksin-vaksin ini akan kita distribusikan ke daerah. Kita akan genjot program vaksinasi,” tandasnya.

Kunjungan Menteri Suharso Monoarfa dan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah Jawa Timur turut didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah, Wali Kota Blitar Santoso dan Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom. Dalam kesempatan ini, Bupati Blitar Rini Syarifah berharap vaksinasi yang dilaksanakan ini kedepan dapat membentuk herd immunity di lingkungan pondok pesantren. Sehingga santriwan dan santriwati dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan aman dari paparan Covid-19.

“Pesan saya kepada santri, meskipun sudah vaksin tapi tetap jaga protokol kesehatan. Lindungi diri sendiri dan lingkungan kita dari paparan Covid-19,” kata Mak Rini.

Pelaksanaan vaksinasi disambut sangat baik oleh santri dan pengurus Pondok Pesantren Nurul Ulum Sutojayan. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum, KH Agus Muadzin, mengatakan sesuai dengan program dari BIN, setelah vaksin pertama hari ini akan disusul dengan suntikan vaksin kedua.

“Hari ini vaksin pertama. Dan vaksin yang kedua sudah disiapkan. Ini ikhtiar kita agar segera terbebas dari pandemi Covid-19. Dan mari bersama-sama kita berdoa semoga Covid-19 ini segera diangkat oleh Allah SWT,” pungkas KH Agus (Adv/Kmf).


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette