Perguruan Tinggi di Banyuwangi Siap Gelar PTM Terbatas

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana

08 - Sep - 2021, 03:06

Kampus Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) yang lokasinya di Bumi Kertosari Banyuwangi


JATIMTIMES - Sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Kabupaten Banyuwangi, sedang melakukan berbagai macam persiapan, baik sistem maupun secara teknis menyongsong pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Salah satunya seperti yang dilakukan kampus Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) yang lokasinya di Bumi Kertosari Banyuwangi. Saat ini melakukan segala persiapan dan penataan, baik yang terkait jadwal  perkuliahan dan pengaturan kelas maupun sarana prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan (Prokes) di lingkungan kampus.

Baca Juga : Pembukaan Tempat Wisata Kota Batu Siap Diuji Coba

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan pihak UNIBA Banyuwangi  merencanakan PTM di kampus tersebut sudah bisa dimulai pada 20 September 2021 mendatang.

"Jadi tadi sudah diputuskan oleh rektorat bahwa perkuliahan mulai semester depan terhitung sejak tanggal 20 September akan diadakan secara tatap muka," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNIBA Gatut Rubiono, Selasa (7/9/2021).

Apalagi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga mendorong perguruan tinggi di daerah PPKM level 1-3 kembali menggelar PTM terbatas. Hal itu menjadi atensi sejumlah perguruan tinggi di Banyuwangi, mengingat saat ini kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sudah ditetapkan di Level 2 PPKM.

Selanjutnya Gatut menuturkan, faktor yang menjadi prioritas dalam PTM ini adalah vaksinasi bagi Civitas Akademik. UNIBA Banyuwangi sampai saat ini terus melakukan percepatan pemberian vaksin terutama bagi kalangan dosen dan tenaga pengajar, bagian administrasi dan lain sebagainya.

"Hampir 90 persen warga UNIBA baik dosen, staf dan mahasiswa sudah menjalani vaksinasi. Sebagian ada yang belum mendapatkan suntikan vaksin karena terkendala sejumlah faktor, namun  pihak kampus terus mengupayakan," imbuhnya.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Satgas  Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono yang akrab disapa dr Rio mengimbau agar penerapan PTM di perguruan tinggi dilakukan dengan merujuk pada aturan yang berlaku.

Baca Juga : BPJamsostek Terus Genjot Warga Bangkalan Agar Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan 

"Tetap harus menyesuaikan dengan Inmendagri No 39 Th 2021 sambil menunggu Surat Edaran (SE) Satgas Covid 19 Kabupaten Banyuwangi," jelasnya.

Selanjutnya, alumni Kedokteran Unair Surabaya itu menuturkan keberhasilan  dalam penangan Covid 19 telah menjadikan Kabupaten Banyuwangi turun menjadi zona kuning dan level 2 PPKM, tentunya membawa titik terang. Karena  akan ada pelonggaran terhadap kegiatan warga dalam berbagai sektor.

"Yang perlu menjadi atensi bersama adalah jangan sampai masuknya Banyuwangi dalam level 2 dan zonasi kuning ini membuat euporia warga yang bisa menjadikan longgarnya protokol kesehatan dan kemudian berakibat naiknya angka penularan. Mari kita syukuri bersama perbaikan kondisi ini dengan tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan," pungkasnya.


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette