Penjelasan Dinsos Soal Daging Ayam Busuk BPNT yang Diterima Warga Jombang
Reporter
Adi Rosul
Editor
Pipit Anggraeni
13 - Aug - 2021, 12:54
JOMBANGTIMES - Program bantuan sosial dari pemerintah yang berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mendapat sorotan publik. Kali ini, sorotan datang setelah warga Jombang yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) kedapatan menerima daging ayam busuk Temuan tersebut telah dikroscek oleh Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Hasilnya, daging ayam busuk benar beredar pada program milik Kemensos RI tersebut.
Kepala Dinsos Jombang Hari Purnomo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan anak buahnya untuk mengecek ke wilayah Kecamatan Perak tadi pagi. Hasilnya, ditemukan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima daging ayam busuk.
Baca Juga : Dapat Penghargaan Manggala Karya Kencana, Tulungagung Berhasil Kendalikan Pertumbuhan Penduduk
"Jadi hasilnya tadi teman-teman klarifikasi memang ada temuan komoditas yang tidak sesuai dengan standar. KPM mengakui, e-warung juga mengakui," ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

Berdasarkan data yang diterima wartawan, sedikitnya ada 25 KPM yang menerima daging ayam busuk pada penyaluran BPNT bulan Agustus 2021. Mereka merupakan warga Dusun Tronyok dan Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang.
Kendati sudah turun ke lapangan, Hari masih belum bisa menerangkan secara detil KPM yang menerima daging ayam busuk. Ia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengecekan secara berjenjang.
"Kalau terkait sanksi atau pembinaan, yang lebih tahu BNI nanti, karena bank yang punya fungsi pembinaan itu," kata Hari.
Diberitakan sebelumnya, seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jombang mengaku menerima ayam busuk dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tak ayal, salah satu komoditi pada program jaring pengaman sosial itu terpaksa harus diberikan kepada hewan peliharaannya.
Baca Juga : Dokter Lois Sekjen Partai Pandai, Siap Ungkap Kematian Korban Covid jika Menang Pemilu
Itu dialami oleh salah satu KPM asal Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Suhartik (40). Dia mengaku mengambil paket BPNT di agen e-warung Dusun Pedes, Desa Sukorejo pada Senin (09/08) pagi.
Sayangnya, dari paket BPNT tersebut ia menerima daging ayam dengan kualitas buruk. Daging ayam mengeluarkan bau tidak sedap dan dan tekstur daging kebiru-biruan. "Saya ambil di toko itu (agen e-warung, red), berbau tidak enak (busuk, red). Waktu di rumah saya coba cuci dengan air, masih bau busuk. Saya coba goreng, juga mengeluarkan bau busuk," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/08).
