Penipuan Donor Darah Konvalesen Sering Terjadi, Ini Saran PMI Jatim
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Dede Nana
02 - Aug - 2021, 12:33
SURABAYATIMES - Tingginya permintaan donor darah konvalesen rupanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam meraih keuntungan dengan melanggar hukum.
Para oknum memanfaatkan kebutuhan dan keadaan sakit orang lain untuk mendapatkan rupiah dengan cara haram. Yakni menawarkan jasa pendonor darah konvalesen, namun nyatanya penipuan.
Baca Juga : Donasi Akidi Tio Rp 2 Triliun Sempat Diragukan, Dahlan Iskan Ungkap Tempat Penyimpanan Uang Sang Dermawan

Modusnya, pelaku menawarkan pendonor kepada para pencari donor darah konvalesen. Pelaku kemudian meminta imbalan uang. Namun setelah uang ditransfer, pelaku tidak bisa dihubungi.
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim dr Edi Purwinarto menjelaskan, banyaknya kebutuhan darah konvalesen ini justru dijadikan ajang bisnis oleh oknum.
"Inilah yang barangkali menyimpang dari misi kita, misi kemanusiaan. Bahkan sudah ada terjadi, yang kita terima laporan penipuan. Sudah ditransfer, ternyata pendonornya gak ada," ujarnya, Minggu (1/8/2021).
Oleh karenanya, Edi mengajak kepada masyarakat, khususnya yang membutuhkan darah konvalesen untuk tidak percaya dengan oknum yang menawarkan pendonor. Dia meminta agar menghubungi Rumah Sakit atau Unit Transfusi Darah (UTD) PMI secara langsung.
Baca Juga : Rusak Ambulans dan Rebut Jenazah Covid-19, Polres Jember Tetapkan 3 Tersangka
"Inilah barangkali saya berharap kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Rumah Sakit, lalu kemudian ke UTD," imbuhnya.
Edi menceritakan, kasus semacam ini terjadi lantaran tidak hanya jumlah permintaan yang tinggi, namun tidak diimbangi dengan jumlah pendonor. Di mana, saat ini daftar tunggu darah konvalesen mencapai ribuan, sedangkankan dalam sehari PMI hanya bisa memproduksi 100 kantong.
