Polisi Bakal Dalami Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 

17 - Jul - 2021, 10:20

Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto (Kiri). (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)


BONDOWOSOTIMES - Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto akan mendalami kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 yang terjadi di Desa Kemirian, Tamanan, Jum'at (16/7) malam. 

Kendati demikian, AKBP Herman Priyanto mengaku masih membutuhkan waktu. "Kita akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku saat pandemi Covid-19," ungkapnya. 

Baca Juga : Jenazah Dirampas Warga, Satgas Covid-19 Bondowoso Belum Bisa Lakukan Tracing

Ia menegaskan akan belajar dari kejadian ini. Bahwa tim Polri dan TNI tentu akan meningkatkan keamanan dalam kegiatan pemulasaraan jenazah Covid-19.

Walaupun, sejak awal sebenarnya TNI dan Polri telah selalu melakukan pengamanan pemulasaraan. 

"Kita bergerak demi menjaga dan melindungi dari Covid-19 ini," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Kemirian, Tamanan mengambil paksa jenazah Covid-19, pada Jum'at (16/7) malam. 

Baca Juga : Kapolres Sampang Lepas Pendistribusian Bansos Darurat 5 Ton Beras dan Paket Sembako

Pengambilan paksa ini terjadi saat jenazah masih berada dalam ambulance dalam kondisi di dalam peti. 

Setelah mengambil paksa dengan cara mengepung ambulance, masyarakat ramai-ramai membakar peti jenazah. Serta, memakamkan jenazah tanpa protokol kesehatan.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette