Strategi Ekonomi Hadapi Pandemi Covid-19 Ala Pengusaha Nahdliyin Jawa Timur
Reporter
Muhamad Muhsin Sururi
Editor
Pipit Anggraeni
20 - Jun - 2021, 12:33
TULUNGAGUNGTIMES - Dampak pandemi Covid-19 terutama di sektor ekonomi memberikan pengaruh yang sangat luar biasa, termasuk lesunya pasar, hingga gulung tikarnya sebuah usaha. Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Jawa Timur pun mempunyai strategi ekonomi untuk menghadapi pandemi covid-19 agar para pelaku usaha khususnya di Tulungagung tetap bisa bertahan.
"Strateginya memperbanyak akses pasar dengan cara kreatifitas, misalnya bekerjasama dengan perusahaan ekpedisi baik lokal maupun antar pulau," kata Ketua Divisi UMKM HPN Jatim Abdul Aziz melalui whatsapp. Sabtu (19/06/2021).
Baca Juga : Kembali Alami Lonjakan, 7 Warga Kecamatan Dolopo Terkonfirmasi Covid-19
Menurut pria yang akrab disapa Kang Aziz, Kabupaten Tulungagung adalah salah satu daerah penting yang mempunyai basis home industri. Salah satunya seperti di Kelurahan Botoran dan Desa Ngunut.
Keluruhan Botoran sendiri, lanjutnya, telah dikenal sebagai kawasan konveksi yang menyuplai barang pada pusat grosir besar Kembang Jepun dan Pasar Turi Surabaya. Sedangkan wilayah Ngunut, masyarakatnya mempunyai kemampuan memproduksi alat rumah tangga dan perlengkapan baju serta aksesoris militer dengan harga yang sangat kompetitif.
"Ngunut lebih kondang dikenal sebagai kawasan Tiongkoknya Indonesia," kata Kang Aziz.
Diungkapkan, para pelaku home industri maupun pengusaha di Kabupaten Tulungagung mayoritas merupakan warga Nahdliyin. Sebagai Kepala Divisi UMKM HPN Jatim, dirinya mendorong para pelaku home industri dan pengusaha harus bangkit ekonominya.
Baca Juga : Bangkitkan Dunia Wisata, Wabup Jember Perkenalkan Wisata Jelajah Alam Boma
"Tulungagung harus bangkit ekonomi jamiyyahnya menjadi sebuah kekuatan ekonomi menuju kejayaan 1 abad NU," tutupnya.
