Harga Pakan Naik Bikin Panik, Peternak Blitar Gelar Aksi Damai di Kantor Pemkab
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
06 - May - 2021, 03:34
BLITARTIMES - Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Kabupaten Blitar kembali menggelar aksi damai untuk mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memperbaiki tata niaga unggas. Belakangan harga pakan ayam naik signifikan yang membuat peternak menjerit.
Pantauan BLITARTIMES, aksi demo digelar secara damai dengan mendatangi Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro, Rabu (5/5/2021) siang. Tidak ada orasi, kedatangan para peternak langsung disambut perwakilan Pemkab Blitar. Kedua belah pihak kemudian duduk satu meja dimana para peternak menyampaikan aspirasinya.
Baca Juga : Gelapkan Uang Arisan Online, Wanita Cantik di Pamekasan Ditahan Polisi
“Kedatangan kita ke sini mewakili seluruh peternak rakyat di Kabupaten Blitar. Kedatangan kami kesini sifatnya perwakilan. Karena masih pandemi sehingga tidak seluruhnya pelaku perunggasan bisa datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi,” ungkap Ketua PPRN Kabupaten Blitar, Rofi Yasikun.
Dikatakannya, kondisi yang membuat peternak di Kabupaten Blitar akhir-akhir ini menjerit adalah harga pakan ayam yang dinilai tidak wajar. Seperti jagung yang harganya melambung jauh di atas Permendag Nomor 7 Tahun 2020. Pada pekan ini harga jagung mencapai kisaran harga Rp 6400 hingga Rp 6500 per kilogram.
“Jagung ini adalah kebutuhan pakan 50 persen dari total kebutuhan pakan kami. Selain jagung ada BKK (bungkil, kacang, kedelai). Nah, BKK saat ini harganya juga mahal karena naik hingga 35 persen. BKK harga normalnya Rp 6000 hingga Rp 6500, sekarang harganya Rp 8500 hingga Rp 9000. Kebutuhan kami untuk BKK ini sekitar 20 persen hingga 25 persen,” paparnya.

Tak hanya kenaikan harga pakan yang membuat peternak pusing, di periode yang sama peternak semakin terpuruk akibat harga telur yang terus mengalami penurunan. Menurut Rofi, dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan terakhir, harga telur turun drastis dari harga HPP.
“HPP kami ini sekarang berkisar Rp 21000. Dan harga telur di hari ini sekitar Rp 16000 hingga Rp 16500. Artinya kami harus nombok. Nah, di sini tidak linier. Harga pakan yang naik tidak sebanding dengan harga telur. Dan dengan kondisi ini kami harus nombok,” tegasnya.
Dengan kondisi yang terjadi saat ini lanjut Rofi, para peternak terpaksa utang ke pihak perbankan untuk bisa mencukupi kebutuhan pakan. Beberapa upaya yang dilakukan peternak diantaranya menggadaikan barang-barang berharga seperti sertifikat rumah, mobil dan lainnya. Terkait kondisi ini para peternak mendesak Pemkab Blitar segera menciptakan solusi.
“Setiap hari kami harus nombok agar ayam-ayam kami tetap bisa hidup. Oleh sebab itu tuntutan kami dalam waktu jangka pendek ini ada operasi pasar jagung dari Pemkab Blitar. Agar jagung yang masuk ke Kabupaten Blitar bisa terjangkau dengan kisaran harga Rp 4000 hingga Rp 4500 per kilogram. Kemudian yang kedua, Pemkab Blitar bisa membantu distribusi telur kami di masa pandemi ini. Karena selama pandemi ini konsumsi telur turun hingga 50 persen. Misalnya telur-telur kami ini bisa didistribusikan untuk bansos nasional,” jlentrehnya.
Baca Juga : Antipasi Ledakan Pemudik, Ini yang Dilakukan Wali Kota Madiun Maidi
Menanggapi tuntutan para peternak, Pemkab Blitar yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Tuti Komaryati, menyampaikan bahwa selama ini Pemkab Blitar telah memberikan fasilitasi seluruh kebutuhan peternak. Terkait dengan naiknya harga jagung, pihaknya akan berupaya menghadirkan solusi dengan berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kita juga akan mencari daerah-daerah dengan produksi jagung tinggi. Nanti kita akan fasilitasi supaya harganya tidak terlalu tinggi,” tegasnya.
Sementara terkait dengan tuntutan bantuan pemasaran, Tuti mengatakan sebenarnya Pemkab Blitar tidak henti-hentinya membantu distribusi telur para peternak. Misalnya kerja sama perdagangan dengan DKI Jakarta. Hanya saja kerjasama dengan DKI Jakarta sementara ini berhenti karena anggaran dari DKI dialihkan akibat dampak dari pandemi Covid-19.
“DKI dihentikan sementara, tapi kerja sama dengan Tasikmalaya tetap berjalan. Kemudian dengan Ibu Gubernur, kita juga telah bekerja sama dengan BUMD nya Pemprov Jatim. Dan tak lama lagi kita juga ada kerja sama dengan Malang untuk telur. Seluruh kebutuhan peternak pasti kita fasilitasi,” pungkasnya.
