1.000 Guru di Kota Malang Jalani Vaksinasi di RSSA
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
06 - Mar - 2021, 03:36
MALANGTIMES - Masuk kategori prioritas vaksinasi tahap dua, sebanyak 1.000 guru di Kota Malang mulai menjalani proses vaksinasi berupa penyuntikan Vaksin Sinovac yang dimulai sejak Kamis (4/3/2021) kemarin hingga Jumat (5/3/2021) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang Syaifullah Asmiragani menjelaskan, bahwa memang benar untuk vaksinasi kepada guru di Kota Malang untuk penempatan di RSSA Malang mencapai 1.000 orang yang dibagi dalam dua hari.
Baca Juga : Varian Corona B117 Belum Ditemukan di Tulungagung, Dinkes: Tetap Patuhi Prokes
"Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang. Kami diberikan kuota (Vaksin Sinovac, red) seharinya sekitar 500 vial. Kemarin (kita diberi, red) 480 dan hari ini 520," jelasnya kepada awak media, Jumat (5/3/2021).
Pimpinan RSSA Malang yang menjadi orang pertama di suntik Vaksin Sinovac di lingkup RSSA Malang ini juga mengatakan, bahwa dengan adanya langkah-langkah pencegahan persebaran Covid-19 dengan melakukan vaksinasi, RSSA Malang dianggap mumpuni dari segi peralatan maupun vaksinator.
"Sistem yang ada di kami ini cukup mumpuni. Bisa melayani vaksinasi dalam jumlah besar. Kami juga menyediakan diri untuk membantu pemerintah," ujarnya.
Untuk para tenaga kesehatan yang membantu proses vaksinasi di RSSA Malang, kata Syaifullah, bahwa terdiri dari admin, perawat, vaksinator serta para dokter yang selalu siap sedia untuk menyukseskan program vaksinasi nasional ini.
Lebih lanjut, Syaifullah juga menjelaskan, terkait vaksinator yang bertugas di RSSA Malang berjumlah sekitar 80 orang tenaga kesehatan yang selalu bekerja secara bergantian atau dengan menerapkan sistem shift kerja dalam melakukan vaksinasi.
Untuk pelaksanaan proses vaksinasi terhadap para guru yang dalam dua hari ini sudah terdapat 1000 guru yang menjalani penyuntikan Vaksin Sinovac, disampaikan Syaifullah, tidak terdapat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang termasuk dalam kategori berat.
"Untuk KIPI itu ada, tapi presentasinya kecil sekali. Hanya ada beberapa orang yang mengalami demam, ngantuk, pusing-pusing dan paling parah pingsan," tandasnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya