Timbulkan Kerumunan, Satgas Covid-19 Tutup Paksa Acara Gantangan Burung

Reporter

Joko Pramono

08 - Feb - 2021, 08:58

Satgas Penanganan Covid 19 saat mendatangi lokasi gantangan burung (Joko Pramono/JatimTIMES)


TULUNGAGUNGTIMES- Lantaran dianggap menimbulkan kerumunan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung menutup sebuah tempat lomba burung (gantangan) di RT. 3 RW. 4 Lingkungan 3 Kelurahan Bago, Senin (8/2/21) pagi.

Penutupan ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Pasalnya, gantangan yang berada dekat dengan warung kopi ini beberapa kali mengadakan lomba burung kicau, sehingga mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Penutupan dilakukan dengan mendatangi lokasi tersebut.

Baca Juga : Peringati Hari Pers Nasional, FKWL Lumajang Gelar Khotmil Qur'an

Anggota Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Artists Nindya Putra menyampaikan, pihaknya akan memanggil ketua panitia lomba burung beserta anggotanya untuk dimintai keterangan terkait lomba burung tersebut.

“Kita sudah menutup dan akan memanggil ketua panitia dan anggotanya,” ujar pria yang akrab disapa Genot itu.

Disinggung sanksi yang bakal diberikan, Genot mengatakan akan memberikan sanksi administrasi berupa teguran terhadap penyelenggara. Jika mengulangi lagi, maka pihaknya tak segan menutup gantangan tersebut.

Jika penyelenggara atau panitia hendak menyelenggarakan lomba burung, diharapkan mengajukan izin terlebih dahulu, agar diperiksa protokol kesehatannya, sudah sesuai atau tidak.

Sementara itu Ketua RT setempat, Dakelan menyampaikan jika pihaknya sudah menegur pelaksanaan lomba burung tersebut.  

Pihaknya juga telah mendapat laporan dari masyarakat terkait kerumunan yang terjadi dari lomba burung tersebut.

“(aduan) Dari warga, keadaan pandemi begini kok masih lanjut,” ujar Ketua RT setempat, Dakelan.

Dakelan melanjutkan, lomba burung ini sudah berlangsung sejak 3 Minggu lalu, terakhir kemarin Minggu (7/2/2021).

Apalagi menurut Dakelan beberapa lingkungan di dekat lokasi gantangan ada beberapa yang sudah positif Covid-19.

Pihaknya sudah memperingatkan panitia untuk membubarkan lomba tersebut. Namun tak digubris hingga dirinya turun langsung untuk membubarkan lomba itu.

“Akhirnya saya bubarkan, sekitar jam 1 bubar,” katanya.

Dakelan menyebut ada sekitar 150 orang berkumpul saat lomba berlangsung.

Sementara itu ketua panitia lomba burung berkicau, Iman Santoso menolak jika menyelenggarakan lomba. Gantangan yang dilakukan hanya untuk latihan bersama (latber).  

Baca Juga : Mulai Besok, Bioskop di Kota Malang Kembali Diizinkan Buka

Waktunya pun tak lama, sekitar 1 sampai 2 jam sekali latihan.

“Ada 7 kelas, 1 kelas paling cuma 5 sampai 7 menit, tergantung banyaknya jumlah peserta latihan,” ujar Iman.

Latber memang dilakukan secara rutin tiap Selasa dan Minggu.

Burung yang biasa dilombakan adalah jenis murai, Kacer, cucak ijo, kenari dan love bird. Khusus untuk love bird diturunkan hingga 3 kelas, lantaran banyaknya jumlah peserta.

Untuk jumlah peserta sendiri, Iman menyebut hanya sekitar 100 orang, itupun tak berkumpul jadi 1, namun menyebar di beberapa titik.

Dari sekitar 100 orang itu sebenarnya pesertanya hanya sedikit, paling banyak adalah penonton.

Iman juga menyanggah jika sudah beberapa kali melaksanakan latber. Menurutnya selama pandemi berlangsung baru pertama kalinya dilakukan latber pada Minggu kemarin, dan langsung dibubarkan.

“Tutup total, baru sekali ini,” katanya.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette