Terkuak, ini 4 Fakta Detik-Detik Terakhir Sriwijaya Air SJ182 Sebelum Jatuh di Kepulauan Seribu
Reporter
Desi Kris
Editor
Pipit Anggraeni
05 - Feb - 2021, 02:42
INDONESIATIMES- Baru saja terungkap 4 fakta detik-detik pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh di Kepulauan Seribu. Saat mengudara, ternyata sang pilot sempat melakukan komunikasi terakhir.
Hal ini diungkap oleh Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (AirNav Indonesia) dan KNKT. Kronologi disampaikan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Pramintohadi Sukarno.
Baca Juga : Deklarasikan ODF, Lumajang Masih Sisakan 5 Kecamatan Lagi Untuk Tak BAB Sembarangan
Ia mengungkap jika Sriwijaya Ari SJ182 take off dari runway 24 pada pukul 14.36 WIB. Pesawat tersebut sempat mengontak ATC pada ketinggian 1.700 kaki.
"Pukul 14.36 WIB Sriwijaya SJ182 take off dari runway 25. Setelah melewati ketinggian 1.700 kaki menghubungi Jakarta approach di frekuensi 179 Mhz dan diinstruksikan controller untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki mengikuti prosedur SID atau standar alur keberangkatan," kata Pramintohadi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI Rabu (3/2/2021).
Berikut 4 fakta baru yang terungkap detik-detik terakhir Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh ke Kepulauan Seribu:
1. Diminta Naik, Dijawab Clear
Pramintohadi mengatakan jika di tengah proses naik hingga 29 ribu kaki, atau sekitar pukul 14.38 WIB, pilot Sriwijaya Air SJ182 meminta arah 0,75 derajat pada ATC karena alasan cuaca.
"Melewati ketinggian 7.900 kaki, SJ182 meminta arah 0.75 derajat pada ATC karena alasan cuaca, dan diizinkan oleh ATC dan diinstruksikan naik ke ketinggian 11 ribu kaki," ujarnya.
Arahan itu lalu dijawab 'clear' oleh pilot Sriwijaya Air SJ182. Menurutnya, ATC mengarahkan agar pesawat naik pada ketinggian 11 ribu kaki karena pada ketinggian 7.900 kaki ada pesawat yang sama melintas menuju Pontianak.
"Kita minta naik ke ketinggian 11 ribu kaki karena pada ketinggian yang sama ada pesawat dalam posisi yang sama yang akan terbang juga ke Pontianak, yaitu Air Asia," ungkapnya.
2. Pesawat Belok ke Kiri
Keanehan muncul pada pukul 14.39 WIB. Pramintohadi menyebut tiba-tiba pesawat berbelok ke kiri. Kejadian ini sempat dipertanyakan oleh ATC, namun tidak ada respons dari Sriwijaya Air SJ182 hingga hilang dari radar.
"Pukul 14.39 WIB Sriwijaya 182 terpantau di layar radar ATC berbelok ke kiri, ke Barat Laut, yang seharusnya ke arah kanan di posisi 0,75 derajat, di pukul 14.40 WIB controller melakukan konfirmasi arah SJ182, namun tidak ada respons, dan diikuti target hilang dari layar radar," sebutnya.
3. 11 Panggilan Tak Terjawab
Baca Juga : Pujon Longsor Lagi, Akses Jalan Ditutup, Penanganan Baru Bisa Dilakukan Besok Hari
Saat pesawat menunjukkan pergerakan aneh, Pramintohadi memastikan pihaknya berusaha menghubungi Sriwijaya Air SJ182 hingga 11 kali. Namun tetap tidak ada jawaban.
"ATC berusaha berulang kali sampai 11 kali, dibantu juga oleh beberapa penerbangan lain, antara lain Garuda untuk mencoba melakukan komunikasi dengan SJ182, namun tidak ada respons," imbuhnya.
4. Pesawat Tidak Meledak Sebelum Bentur Air
Disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, terkait puing-puing pesawat yang ditemukan sejauh ini tersebar pada radius 80 meter dan 110 meter di kedalaman 16-23 meter.
"Menurut data tim SAR gabungan, puing tersebar di wilayah sebesar 80 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman 16-23 meter. Ditemukan instrumen pesawat di ruang kemudi, beberapa bagian roda utama, bagian sayap, bagian mesin, bagian kabin penumpang, dan bagian ekor, bagian-bagian ini wakili seluruh bagian pesawat dari depan sampai belakang," kata Soerjanto.
Lebih lanjut ia menjelaskan kondisi puing-puing pesawat tersebut tidak ada ledakan yang terjadi sebelum pesawat menabrak air.
"Luas sebaran yang ditemukan bagian pesawat dari depan sampai belakang konsisten dengan bukti, pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air. Pesawat secara utuh sampai membentur air, tidak ada pecah di udara," ucapnya.
Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 lepas landas pada 9 Januari 2020 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Namun, setelah 4 menit lepas landas, pesawat tersebut hilang kontak. Beberapa saat kemudian, dikonfirmasi pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
