Sederet Kejadian Menyapa di Awal Tahun, Berikut Daftar Kecamatan di Kota Malang yang Rawan Bencana

02 - Feb - 2021, 06:52

Bencana Banjir di Kota Malang ( Foto : BPBD Kota Malang)


MALANGTIMES – Masih diawal tahun, tentunya masyarakat menginginkan kehidupan yang baik-baik saja, dijauhkan dari malapetaka maupun bencana. Namun di luar kendali, insiden bencana sudah meliputi beberapa daerah, tanpa kecuali Kota Malang. Hingga Minggu (24/1/2021), tercatat sudah ada 33 kejadian bencana alam yang terjadi.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, bencana yang terjadi di awal tahun ini lebih banyak. Bencana alam yang terjadi yakni diantaranya tanah longsor, banjir, pitung beliung, dan pohon tumbang dikarenakan terjangan angin.

Baca Juga : Diterjang Angin dan Hujan Deras, Puluhan Atap Rumah Rusak Parah Serta Rugi Puluhan Juta

Dari bencana alam yang terjadi di kota Malang, tanah longsor menjadi yang paling banyak terjadi, yakni dengan 22 kasus, diikuti dengan bencana banjir sebanyak 7 kasus, 3 pohon tumbang, serta 1 kasus bencana angin kencang yang disertai hujan.

Akibat bencana tersebut, ditemukan seorang korban harus tewas saat hujan disertai longsor beberapa saat lalu. Korban terseret arus yang deras di Sungai Bango dan ditemukan tewas.

Khusus untuk bencana tanah longsor, salah satu penyebab yang terjadi dikarenakan adanya kemiringan lahan yang sangat ekstrem. Sehingga hal tersebut membuat lebih dominannya tanah longsor di Malang. BPBD pun telah memetakan beberapa lokasi yang rawan bencana dan harus selalu menjadi perhatian.

Berikut beberapa kecamatan yang rawan terdampak bencana alam baik itu tanah longsor maupun bencana banjir.

Pertama Mergosono. Mergosono adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Di wilayah ini tercatat pernah terjadi kasus tanah longsor.

Baca Juga : Pembentukan P2KD Berujung Pertumpahan Darah, Berikut Koronologis Lengkapnya

Kemudian Belimbing, tepatnya di kelurahan Bunulrejo juga tercatat pernah terjadi longsor. Dari kejadian longsor tersebut membuat plesenengan sebuah rumah di Perumahan Sulfat Inside terbawah longsor. Lokasi tanah di daerah tersebut memang terlihat kurang stabil. 

Kemudian yang terakhir Kecamatan Sukun, yang berada di sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Lowokwaru juga merupakan salah satu kecamatan yang rawan banjir. Banjir yang terjadi di pertengahan Januari lalu, membuat sebagian rumah warga terendam, bahkan air masuk hingga ke beberapa rumah.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette