Pengurus Baru Dikukuhkan, GMNI Siap Sukseskan Pembangunan di Kota Blitar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Pipit Anggraeni
01 - Feb - 2021, 09:02
BLITARTIMES - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar langsung tancap gas. Pasca pelantikan pengurus baru periode 2020-2022 beberapa saat lalu, kepengurusan baru kini ancang-ancang segera merumuskan rencana kerja dan mensukseskan program-program pembangunan di Kota Blitar.
“Setelah kepengurusan baru dikukuhkan kami segera memantapkan rencana kerja. Beberapa rencana kerja diantaranya menyukseskan program pembangunan di Kota Blitar dan kaderisasi di kampus-kampus,” ungkap Ketua DPC GMNI Blitar, Ardan Abadan dilansir BLITARTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Senin (1/2/2021).
Baca Juga : Tak Semegah Bangunannya, Wajah Baru Pasar Ngunut Telurkan Masalah Baru
Dikatakanya, dalam mendukung pembangunan di Kota Blitar kedepan GMNI Kota Blitar juga akan mengoptimalkan seluruh bidang di lingkungan organisasi. Di antaranya pengembangan dan pemberbadayaan. Untuk pengembangan, GMNI akan memaksimalkan potensi dan kapasitas kader untuk menjadi bagian perubahan dan kontribusi program di Kota Blitar Bumi Bung Karno.
Sementara di bidang pemberdayaan, GMNI Kota Blitar akan mendorong kader-kadernya menjadi pioner, pemimpin dan organisatoris yang turun ke masyarakat.
“Kader GMNI diharapkan bisa menjadi penentu dan menghadirkan solusi permasalah sosial masyarakat. Kader GMNI di Kota Blitar kami dorong aktif turun ke masyarakat, berbaur dengan masyarakat dan memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Santoso berharap pelantikan pengurus baru diharapkan membuat GMNI Blitar semakin kompak untuk menghadirkan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar Rusak 3 Rumah dan 1 Mobil
“Sebagai agen perubahan, kami berharap GMNI bisa menjalin sinergitas yang baik dengan Pemkot Blitar. Kami menilai pembangunan di Kota Blitar bisa melibatkan kaum pemuda. Tujuan antara pemerintah dan pemuda ini sama, oleh sebab itu koordinasi dan sinergitas keduanya sangat dibutuhkan,” pungkas Santoso.
