Cold Storage Sempat Jadi Kendala, Distribusi Vaksin di Pemkab Malang Akhirnya Terpenuhi
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - Jan - 2021, 04:52
MALANGTIMES - Tersiar kabar, kekurangan jumlah stok vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke Kabupaten Malang pada tahap pertama, akhirnya terpenuhi Jumat (29/1/2021).
Kabar tersebut juga dibenarkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi media online ini di Anusapati, Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat (29/1/2021) malam.
Baca Juga : Butuh Sekitar 200 Vaksinator, Dinkes Kota Malang Bakal Gelar OJT
”(Jumlah Vaksin Covid-19) yang kami (Pemkab Malang) usulkan itu semua sudah terpenuhi, kekurangan vaksin tahap pertama kemarin sudah datang hari ini,” jelasnya.
Dijelaskan Wahyu, jumlah susulan vaksin yang didistribusikan ke Pemkab Malang pada hari ini berjumlah sekitar 1.340 vial. ”Sesuai dengan permintaan yang diusulkan, jadi saat ini total ada 8 ribu sekian (vial Vaksin Covid-19),” terangnya.
Kekurangan jumlah vaksin tahap pertama yang terdistribusi pada hari ini, sejatinya lebih cepat dari prediksi awal. Sebab, dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, semula dirinya memperkirakan jika kekurangan jumlah vaksin yang dikirim pada tahap pertama di hari Senin (25/1/2021) lalu, bakal dikirim paling lambat minggu depan.
”Kekurangan jumlah vaksin kemarin itu, dikarenakan keterbatasan kapasitas cold storage penyimpanan vaksin yang kami miliki,” ungkapnya.
Untuk diketahui, jumlah vaksin yang dikirim pada tahap pertama sebanyak 7 ribu vial. Sedangkan yang diajukan oleh Pemkab Malang melalui Dinkes sebanyak 8.340.
Baca Juga : Mutasi 138 ASN, Wabup Lumajang: ASN Jangan Alergi
”Vaksin sejumlah 8 ribu sekian itu, akan diprioritaskan untuk para nakes,” tutur pria yang identik mengenakan kaca mata ini.
Jumlah 8.340 vial vaksin sinovac tersebut, telah disesuaikan dengan data nakes yang diprioritaskan menerima vaksin. Yakni sejumlah 4.170 orang.
”Jumlah nakes penerima vaksin ada 4.170 orang, nantinya setiap individu akan menerima suntikan secara bertahap sebanyak 2 kali. Jadi yang dibutuhkan pada tahap pertama ini adalah 8.340 vial,” tandasnya.
