Wakil Wali Kota Batu Gagal Divaksin Gara-Gara Ini

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

28 - Jan - 2021, 07:10

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


BATUTIMES - Vaksinasi covid-19 tahap pertama di Kota Batu tidak berjalan mulus. Pasalnya,  dari deretan penerima vaksin covid-19 Sinovac Kamis (28 Januari 2021) hari ini, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso tidak bisa menerima vaksin yang berlangsung di pendapa rumah dinas wali kota Batu. 

Apa faktor yang membuat wakil wali kota tidak bisa menerima vaksin? Punjul mengatakan, saat dicek, tekanan darahbya tinggi, yakni 145. Lalu dia memiliki penyakit penyerta yang sudah cukup lama diderita, yaitu  diabetes.

Baca Juga : PPKM, Satgas Hentikan Pembelajaran Tatap Muka di Dua Sekolah

“Tiga minggu ini tensi naik turun. Kebetulan tadi diperiksa masih tinggi, 145. Jadi, tidak boleh. Saya juga punya penyekit penyerta, diabetes,” ungkapnya.

Punjul menambahkan, dalam aturan hemoglobin (Hb), yang terkontrol itu 5,8. Tetapi kondisinya saat ini membuat hemoglobin Punjul 8,6. “Hb saya 8,6. Aturan harusnya di bawah 5,8 yang terkontrol. Jadi, tidak boleh,” imbuhnya.

Kondisi tersebut terjadi lantaran Punjul selama beberapa hari terakhir disibukkan dengan beragam rutinitas. Hal tersebut  membuat dia kurang dalam menjaga pola tidur.

“Memang kalau orang punya gula, nggak bisa diprediksi, tergantung pola makan. Apalagi beberapa hari terakhir, mobilitas tinggi. Lalu saya tidak bisa tidur,” ucap ketua PDIP Kota Batu ini. 

Mereka yang tidak dapat menerima vaksin saat ini, lanjut Punjul, dapat melakukan vaksinasi dua pekan mendatang.  Itu pun asal bisa melewati pemeriksaan kesehatan, mulai dari tenakanan darah normal dan hemoglobinnya terkontrol.

Baca Juga : 844 Pelanggaran Warnai PPKM Jilid Pertama di Kabupaten Malang

“Yang gagal sekarang (Kamis) dua minggu lagi dilakukan vaksin. Tapi tetap dengan syarat tetap dengan pemeriksaan. Mudah-mudahan dua minggu lagi bisa divaksin,” ujarnya. 

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette