TULUNGAGUNGTIMES - Dua sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Tulungagung didatangi oleh Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (27/1/21).
Pasalnya, dua SMK yang berada di Kecamatan Kedungwaru itu nekat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka atau luring meski sedang diterapkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). SMK itu adalah SMK 2 Muhammadiyah dan SMK Al Azhar.
Baca Juga : Gara-Gara ini, 2 Pejabat Pamekasan Gagal Lakukan Vaksin Covid-19 Tahap Perdana
Kasatpol PP Tulungagung melalui Kabid Penegakan Perda dan Perbup Artists Nindya Putra saat dikonfirmasi membenarkan telah menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka di dua sekolah tersebut.
“Kami peringatkan bersama tim. Intinya harus mematuhi aturan yang ada dulu, tidak boleh melakukan pembelajaran tatap muka,” kata pria yang akrab disapa Genot tersebut. Penghentian pembelajaran tatap muka ini berdasarkan aduan dari masyarakat.
Saat disidak, SMK Muhammadiyah melakukan pembelajaran praktik permesinan dan akuntansi. Sedangkan SMK AL Azhar melakukan pembelajaran praktik kefarmasian.
Jika nanti tetap ngeyel melakukan pembelajaran tatap muka, satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak lain untuk diberikan sanksi tegas. “Pemerintah sudah memberikan surat, baik bimbel (bimbingan belajar) maupun sekolah formal, untuk tidak melakukan tatap muka,” tegasnya.
Selama PPKM, dari 11-27 Januari, pihaknya sudah menghentikan tiga aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dan satu di lembaga bimbel.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 2 Muhammadiyah Tulungagung Lukman Subodro mengakui pembelajaran tatap muka di sekolahnya baru dimulai hari ini. “Luringnya hanya praktik karena praktik dengan daring (online) mengalami kesulitan,” ujar Lukman.
Baca Juga : PPKM Jilid I: Satpol PP Kota Malang Catat 3 Ribu Lebih Warga Langgar Protokol Kesehatan
Sebenarnya pihaknya sudah melakukan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka itu, seperti membatasi jumlah siswa praktik. Yakni hanya separo dari kapasitas bengkel. “Setiap jurusan perwakilan 4 sampai 6 anak,” katanya.
Lukman melanjutkan, kegiatan pembelajaran tatap muka ini merupakan usulan dari wali murid. Dirinya mengklaim sudah mendapat izin dari wali murid. “Kami berharap pandemi ini segera hilang, agar proses kegiatan belajar dan mengajar bisa kembali normal,” ucapnya.