Banyak Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa, Begini Antisipasi Kepolisian
Reporter
Adi Rosul
Editor
Pipit Anggraeni
28 - Jan - 2021, 06:42
JOMBANGTIMES - Sejumlah kasus pengambilan paksa jenazah covid-19 di beberapa daerah mulai jadi perhatian publik. Untuk mengantisipasi hal itu terjadi di Jombang, petugas kepolisian mulai menyiagakan personel di sejumlah rumah sakit di kota santri tersebut.
Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, pengambilan paksa jenazah covid-19 berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. Untuk itu, Polres Jombang mulai menyiagakan personel di seluruh rumah sakit rujukan covid-19 di Jombang.
Baca Juga : Ngawi Mulai Vaksinasi Covid-19, Bupati Kanang tidak Jadi Peserta Ini Alasannya
Hal itu disampaikan oleh Agung saat apel kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi bencana alam, konflik sosial dan pengambilan paksa jenazah pasien covid-19 di Mapolres Jombang, pagi tadi.
"Pengambilan paksa jenazah covid-19 mulai terjadi di berbagai daerah di kabupaten lain. Nah kita mulai mengantisipasinya, kita mulai penggelaran pasukan dan membagi tugas. Setiap rumah sakit yang ada di Jombang kita siagakan anggota," ujarnya saat diwawancarai wartawan di Mapolres Jombang, Kamis (28/1/2021).
Sejauh ini, kata Agung, sudah ada 2 upaya pengambilan paksa jenazah covid-19 di Jombang. Namun, tindakan tersebut berhasil dicegah oleh pihak kepolisian.
Agung mengingatkan, pengambilan paksa pasien covid-19 merupakan tindakan pidana. Agar tidak terjadi tindak pidana tersebut, ia menugaskan jajaran anggota Polres Jombang untuk mensosialisasikan ke masyarakat.
Baca Juga : Cari Satu Mayat, Tim SAR Gabungan Justru Dapat Dua Mayat
"Pengambilan paksa jenazah covid-19 itu ada pidananya. Jadi kita menghindari itu. Nanti sikap polres akan memasang papan imbauan, karena masyarakat kan tidak tahu soal itu," kata Agung.
Selain itu, Agung juga menyiagakan seluruh anggota Polres Jombang untuk mengantisipasi bencan alam. Ia juga menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk mitigasi bencana. Seperti perahu karet, ban pelampung dan rompi pelampung. Sedangkan untuk kesiapsiagaan covid-19, polisi juga mempersiapkan alat pelindung diri.
