Polres Ngawi Lepas Puluhan Burung Hantu Atasi Wabah Tikus
Reporter
Satria Romadhoni
Editor
Yunan Helmy
02 - Jan - 2021, 12:09
Polres Ngawi turun tangan merespons keluhan para petani terkait merebaknya hama tikus yang menyerang tanaman padi. Polres Ngawi mendorong pengendalian hama dengan menghidupkan kembali siklus rantai makanan.
Caranya yakni melaksanakan pelepasan liar burung hantu jenis Tyto Alba guna mengatasi mewabahnya hama tikus di Kabupaten Ngawi. Terlebih burung hantu jenis Tyto Alba dikenal sebagai predator tikus yang mampu memangsa tikus 20 ekor per hari.
Baca Juga : Babak Baru Parodi Lagu Indonesia Raya, Polisi Malaysia Tangkap Buruh Indonesia
Pelepasan kali ini dilaksanakan di daerah persawahan Kecamatan Paron. Polisi melepaskan sebanyak 10 ekor burung hantu dewasa.
Ke depannya diharapkan bantuan burung hantu akan ditingkatkan dan dikampanyekan kepada para petani secara masif. Apalagi selama periode November hingga Desember 2020, banyak jatuh korban jiwa akibat jebakan tikus beraliran listrik.
"Harapannya dengan melepas liar burung hantu dapat mencegah penggunaan jebakan tikus beraliran listrik sehingga risiko korban jiwa berkurang" kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya.
Kapolres Ngawi minta para petani untuk lebih memilih melepas burung hantu untuk mengatasi wabah tikus daripada menggunakan jebakan listrik yang berbahaya dan berkonsekuensi hukum. “Yang paling aman dan bisa dilakukan untuk mengendalikan hama tikus yaitu dengan menjalankan kembali rantai makanan" ucap kapolres.
Baca Juga : Langgar Jam Malam, Puluhan Calon Pendekar Diamankan Polisi
Setidaknya lima orang sudah tewas akibat jebakan tikus beraliran selama tahun 2020 di Kabupaten Ngawi. Karena itu, Polres Ngawi membantu mengatasi merebaknya wabah tikus dengan kembali memulihkan rantai makanan, yakni melepas iarkan burung hantu.
