Kronologi Pembunuhan Janda Warung, Dikencani Lalu Dibunuh dan Dirampok
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - Dec - 2020, 04:47
Waras (54), pemilik warung di Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Jombang tewas terbunuh dan perhiasan dibawa lari pelaku. Pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengencani korban.
Pelaku adalah Supriadi (34), warga Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Pelaku mengenal korban pada saat singgah di warungnya di Jalan Raya Blimbing, Dusun Bahudan, Desa Wuluh pada Kamis (17/12).
Baca Juga : Polisi Tahan Pemuda Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Bocah 5 Tahun di Kota Malang
Korban yang merupakan pemilik warung nasi dan kopi itu, dikenal kerap mengenakan perhiasan emas sehari-harinya. Melihat korban mengenakan perhiasan, pelaku lantas mengincar perhiasan korban.
"Dia (pelaku, red) ini memang di desanya sudah dikenal panjang tangan alias suka mencuri. Waktu hari Kamis itu memang ingin mencari target pencuriannya di wilayah Kesamben. Nah dia mampir lah ke warung korban mau ngopi. Melihat korban pakai perhiasan emas, dijadikanlah dia targetnya," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/12).
Dijelaskan Christian, pelaku memiliki niat merampok perhiasan korban dan membunuhnya. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengajak korban berkenalan di hari itu. "Dia (pelaku, red) kenalan dengan korban. Korban yang terkenal genit, mudah dirayu oleh pelaku," ucapnya.
Perkenalan singkat itu ternyata sukses membuat korban akrab dengan pelaku. Besoknya, Jumat (18/12), pelaku dan korban janjian ketemu kembali di warungnya.
Pelaku diminta korban untuk mengantarnya keliling menagih hutang di wilayah Kecamatan Kesamben. Korban sehari-hari juga dikenal sebagai rentenir yang kerap memberikan pinjaman uang ke warga sekitar.
"Jumat itu si korban meminta pelaku untuk mengantarnya menagih hutang. Setelah itu, mereka kembali ke warung dan pelaku ngajakin korban berhubungan suami istri di warung," terangnya.
Esoknya, Sabtu (19/12), Supriadi berniat menghabisi nyawa korban dengan mempersiapkan balok besi yang dibawanya dari rumah. Sayangnya, niat membunuh dan merampas perhiasan korban harus ia urungkan lantaran warung janda anak satu itu tutup.
Baru pada Minggu (20/12) siang, Supriadi kembali menemui Waras di warungnya Jalan Raya Blimbing, Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben. Seperti sebelumnya, pelaku mengantar korban keliling menagih hutang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha R15 warna merah.
"Sabtu dia pingin eksekusi, tapi warung tutup. Kemudian Minggu siang dia ke warung itu, korban ngajak pelaku jalan-jalan nagih hutang. Kemudian kembali ke warung jam setengah 12 siang (11.30 WIB). Korban diajak hubungan badan tapi gak mau karena capek. Saat korban tidur, pelaku ngambil balok besi dan memukul kepala korban," ungkap Christian.
Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku langsung mengambil perhiasan dan uang korban senilai Rp 30 ribu. Supriadi lantas pergi meninggalkan lokasi kejadian. "Total kerugian korban sekitar Rp 2 juta," ucapnya.
Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Janda di Jombang Ditangkap
Pelarian Supriadi tidak berlangsung lama. Anggota Satreskrim Polres Jombang berhasil membekuk pelaku pada Rabu (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB. Pelaku diringkus oleh petugas di lokasi persembunyian di kawasan hutan Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan Jombang.
Bapak beranak satu tersebut, lanjut Christian, terpaksa dihadiahi dua timah panas di kaki kanannya. Lantaran berusaha kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.
"Kita tangkap di sekitar hutan Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan. Pada saat dikeler menunjukkan barang bukti tersangka ini berusaha melarikan diri dan kemudian oleh petugas diberikan tindakan tegas terukur," ucapnya.
Dari penangkapan pelaku ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah sepeda motor Yamaha R15 warna merah, helm ink warna merah, uang tunai Rp 180 ribu dan celana warna biru yang dipakai tersangka, serta pakaian korba terakhir dipakai.
Polisi saat ini masih menyelidiki motif pelaku menghabisi nyawa korban. Selain itu, balok besi untuk menghabisi nyawa korban juga masih dalam pencarian.
Peristiwa tewasnya Waras pertama kali diketahui oleh pelanggannya yang hendak membeli kopi di warungnya, Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben pada Minggu (20/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Janda anak satu itu tewas di atas tempat tidur di dalam warung nasi dan kopi miliknya.
Dari hasil autopsi, korban tewas akibat pukulan benda tumpul yang mengakibatkan pendarahan di otak. Tengkorak kepala korban pecah dan tulang rusuk korban juga patah.
Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Jombang dan terancam hukuman pembunuhan berencana.(*)
