Reorganisasi Strukturnya, PDIP Tulungagung Wajibkan Akomodir Milenial dan Perempuan
Reporter
Muhamad Muhsin Sururi
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Dec - 2020, 10:32
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cabang Tulungagung meregenarasi struktur organisasinya tingkat kecamatan (anak cabang, red.). Reorganisasi dimaksud, dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang, yang diprediksi pertumbuhan pemilih milenial akan meningkat drastis sekaligus menjalankan konstitusi partai.
Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Erma Susanti mengatakan, dalam reorganisasi kali ini yang paling diutamakan adalah adanya keterlibatan milenial dan perempuan.
Baca Juga : Gagal Dapat Rekom Maju Lagi, Pengurus Kecamatan Partai Golkar Tulungagung Berguguran
"Pada pemilu mendatang, milenial akan menjadi pemilih baru yang cukup besar, dan partai sudah membaca itu," kata Erma usai memimpin konsolidasi internal di Kecamatan Bandung, Kamis (24/12/2020).
Selain milenial, lanjutnya, pemilih perempuan juga diprediksi akan memenuhi 50% dari DPT yang ada di Kabupaten Tulungagung, dengan pelibatan milenial dan perempuan diharapkan perolehan suara pada pemilu mendatang bisa maksimal.
Wanita yang juga anggota DPRD Jatim ini menjelaskan, pelibatan milenial dan perempuan dalam struktur organisasi hukumnya wajib karena sudah diamanatkan dalam konggres, selain itu juga bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"PDIP akan menjadi partai modern, diharapkan kelompok milenal bisa semakin tertarik untuk bergabung," jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPC PDIP Tulungagung, Sodik Purnomo mengatakan, Pemilu 2024 merupakan tantangan berat, dan tidak bisa hanya mengadalkan pemilih kultural saja karena medan politiknya sudah jauh berbeda dari pemilu yang sebelumnya.
"Organisasi harus berbenah, kita harus jadi partai kader sekaligus partai pelopor," kata Sodik usai konsolidasi internal di kantornya, Rabu (23/12/2020) malam.
Dijelaskan olehnya, konstitusi partai hasil konggres mewajibkan untuk seluruh struktur organisasi baik inti maupun sayap wajib mengakomodir 30% perempuan dan milenial.
Baca Juga : Tujuh Kader Terbaik GP Ansor Berpeluang Terpilih Jadi Kepala Daerah, Salah Satunya Bupati Malang
Pemilu 2024, lanjutnya, diprekdisi akan ada penambahan pemilih milenial yang cukup signifikan dan propaganda yang digunakan untuk meraup suara milenial tidak sama dengan propaganda pemilih kultural.
"Yang paham dengan psikologi milenial adalah yang seumuran artinya milenial harus dengan milenial juga," jelasnya.
Tak hanya urusan meraup suara, partai besutan Megawati sebenarnya lebih menekankan pada pemberian wadah bagi para milenial untuk mengekspresikan ide politik serta memberikan pendidikan politik bagi para generasi penerus bangsa.
Diketahui, dalam acara konsolidasi internal reorganisasi tingkat kecamatan itu berlangsung selama 2 hari (23-24/12/2020), hadir beberapa Pengurus DPD Jawa Timur serta Anggota legislatif tingkat daerah dan provinsi dari partai yang sama.
