Wakil Bupati Jember Mengaku Stres karena Belasan Kebijakan Dianggap Keliru

Editor

A Yahya

18 - Dec - 2020, 08:53

Walik Bupati Jember Abdul Muqit Arief saat ditemui di kantor Pemkab Jember


Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief akhirnya angkat bicara terkait keberadaan dirinya di kantor Kejaksaan Negeri Jember pada Senin (14/12/2020) lalu saat ditemui di kantornya, di kantornya, Jumat (18/12/2020). Saat itu, Kiai Muqit-panggilan akrabnya-, dikabarkan sedang diperiksa dan mendapat intimidasi dari anak buahnya yang juga ASN di lingkungan Pemkab Jember.

Kiai Muqit menjelaskaan,  pada Senin itu Bupati Faida mengajak dirinya ke kejaksaan untuk berkonsultasi atau meminta Legal Opinion dari korps Adhyaksa tersebut.

Baca Juga : Gelontorkan Anggarkan Rp 520 Juta, 124 Siswa dan Mahasiswa dapat Beasiswa dari Pemkab Bangkalan

Kiai Muqit mengaku datang lebih dahulu dari bupati. Sang kiai terkejut, ketika Bupati Faida datang bareng dengan sejumlah ASN yang awalnya tidak masuk dalam rencana. "Saya terkejut, beliau (bupati) datang bersama Yessy, Laksmi, Yuliana, dan Deni serta satu orang saya baru tahu namanya kalau tidak salah, Yusuf," ungkap Kiai Muqit saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (18/12/2020).  

Kiai Muqit juga mengaku selama berada di kantor kejaksaan dirinya merasa seperti diadili. Hal itu dikarenakan sejumlah kebijakan yang dilakukannya semasa menjabat sebagai Plt Bupati Jember menggantikan Faida yang cuti kampanye dianggap keliru.

"Saya merasa tertekan dan stres, di mana beberapa kebijakan yang saya lakukan sewaktu menjadi Plt Bupati dianggapnya keliru. Di situ ada Kasi Datun, dan menjelaskan beberapa hal yang memang berpotensi pidana. Ada 16 yang saya catat terkait kebijakan yang katanya berpotensi pidana," ucap Kiai Muqit.

Kebijakan Kiai Muqit yang menjadi sorotan salah satunya adalah merotasi jabatan ratusan ASN sesuai rekomendasi Menteri Dalam Negeri Titi Karnavian. Rekomendasi itu salah satunya menimpa Yessy yang harus kembali ke jabatan sebelumnya di Dinas PU Cipta Karya. Hal ini lah yang kemudian dikabarkan menjadi penyebab Yessy mengintimidasi Kiai Muqit saat berada di kejaksaan.

Baca Juga : Dewan Trenggalek Digeruduk Pokmas, Minta Pemerintah Aktif Sosialisasikan Aturan

Namun Kiai Muqit menjelaskan, bahwa dalam pertemuan di kejaksaan tidak ada yang mengintimidasinya. "Kalau Fauzi memang tidak ikut dalam pertemuan tersebut, yang ada Yessy, Laksmi, Deni, dan Yuliana. Memang yang paling banyak berkomentar dari ASN ini adalah Yessy, namun tidak disertai dengan menunjuk-nunjuk dengan tangan kiri, hanya sambil tertawa dan di sini saya yang orang kampung merasa trenyuh karena tidak ada etika," sesalnya.

Sebelumnya, akibat pertemuan di kejaksaan yang disebut-sebut sebagai ajang menghakimi Kiai Muqit itu, masyarakat geram dan membuat tagar #SaveKiaiMuqit di media sosial dan melakukan gerakan meluruk kantor Pemkab Jember yang dilakukan oleh puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Jember Bela Kyai, Kamis (17/12/2020) kemarin.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette