Desa Sumber Brantas Disiapkan Jadi Kampung Konservasi di Kota Batu
Reporter
Irsya Richa
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Dec - 2020, 03:35
Beberapa saat lalu, Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu telah ditetapkan sebagai desa/kelurahan pertama Kampung Konservasi di Kota Batu. Rencananya, Pemkot Batu menyasar Desa Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji sebagai lokasi kedua.
Penetapan wilayah konservasi dan penghijauan kembali kawasan hutan itu untuk mengatasi beberapa faktor bencana. Mengingat kembali yang terjadi di akhir tahun 2019 silam, di desa tersebut pernah terjadi angin kencang bercampur debu. Bencana tersebut membuat warga harus mengungsi hingga merusak rumah warga.
Baca Juga : Hingga Akhir Tahun 2020 Proyeksi SiLPA Kota Batu Rp 145,5 Miliar
Kemudian saat musim hujan, sudah terjadi beberapa bencana tanah longsor. Terbaru, dalam sehari terjadi dua kali bertepatan di area jalur utama.
Pemkot Batu menilai, perlu dilakukan penanaman tanaman tegakan untuk menghalau tanah longsor dan angin kencang. Sebab, tanaman tegakan itu juga berfungsi memperkuat tekstur tanah di saat musim penghujan.
“Daerah Kecamatan Bumiaji khususnya di Desa Sumber Brantas sangat diperlukan tanaman tegakan untuk mencegah tanah longsor dan pelindung untuk terpaan angin di sana,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.
Selain itu, di lihat dari geografis, kawasan Desa Sumber Brantas berada di area ketinggian dengan kontur wilayah yang berbukit-bukit. Lalu kemiringan lereng yang harusnya ditumbuhi tanaman tegakan, tetapi saat ini menjadi lahan pertanian.
Baca Juga : Wali Kota Kediri Serahkan Hadiah Mobil Lunas PBB
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan menambahkan, tanaman tegakan perlu ditambah di sana untuk memecah angin agar tidak terulang lagi bencana seperti tahun 2019 silam. Kemudian juga perlu ada larangan pemburuan satwa di sana supaya tidak merusak ekosistem.
“Desa Sumber Brantas, menjadi kawasan kedua yang akan dibuat Kampung Konservasi. Untuk di sana lebih difokuskan pada wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Dan perlu aksi nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” ungkapnya.
