Begini Cerita Bupati Jombang Terpapar Covid-19 hingga Dinyatakan Sembuh

Reporter

Adi Rosul

Editor

Yunan Helmy

15 - Dec - 2020, 11:49

Bupati Jombang Mundjidah Wahab. (Istimewa)


JOMBANGTIMES - Bupati Jombang Mundjidah Wahab telah dinyatakan bebas covid-19. Bupati Jombang periode 2018-2023 terpapar covid-19 sejak bulan lalu.

 Lantas bagaimana bupati terinfeksi covid-19 hingga dinyatakan bebas covid-19? Begini ceritanya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Menolak Isolasi, Polres Blitar Kota Turun Tangan

Dijelaskan Mundjidah, ia terpapar covid-19 setelah menjalani serangkaian kegiatan  Oktober-November lalu. Jadwal padatnya dimulai pada 28 November dengan mengikuti acara Rakernas Muslimat NU di Kota Batu.

 Setelah itu, serangkaian kegiatan dilakukan Mundjidah pada November. Misalnya menghadiri diklat BKD-PP Kabupaten Jombang di Kota Solo, rapat paripurna dengan DPRD Jombang, hingga acara silaturahmi keluarga dari Mundjidah di Yogyakarta. 

Kegiatan Mundjidah pun berlanjut ke Jakarta untuk presentasi RTRW ke Kementerian ATR/BPN RI. Kemudian mengikuti acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan setelah itu mengikuti kegiatan presentasi pelayanan publik bersama Diskominfo Jombang.

Bupati mengaku, setelah mengikuti rangkaian kegiatan itu, ia mulai mengalami lemas-lemas lantaran kurang istirahat. "Capek-capek biasa. Nggak ada batuk, pusing, nggak ada apa-apa. Setelah itu swab dari RSUD Jombang, tanggal 13 November," ucapnya kepada JatimTIMES, Selasa (15/12).

Dari hasil swab itu, Mundjidah dinyatakan positif covid-19. Akhirnya Mundjidah memutuskan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Jombang. Secara bersama, kondisi bupati perempuan pertama di Jombang itu kena diare.

Ia mengatakan, selama 10 hari isolasi di rumah dinas, kesehatannya dipantau oleh petugas medis dari RSUD Jombang. Namun, kesehatan Mundjidah tak kunjung membaik. Baru pada 13 November dirinya dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya.

"Jadi agak lemah ada diare sedikit, kemudian setelah itu isolasi di rumah dinas 10 hari. Tapi kondisi masih kurang. Saya minta isolasi ke Surabaya, ke RS dr Soetomo," jelasnya.


Saat masuk ke RSU dr Soetomo, Mundjidah kembali menjalani tes swab dan hasilnya masih positif covid-19. Selang lima hari, Mundjidah kembali menjalani tes swab ulang.

Baca Juga : 2 Staf Terkonfirmasi Covid-19, Kantor Imigrasi Kediri Tutup Sementara

Mundjidah dirawat di ruang isolasi khusus yang bergejala ringan. Ia tergolong pasien tanpa gejala (OTG). Mundjidah terhitung dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya selama 22 hari. Tepat pada (8/12) lalu, Mundjidah diizinkan pulang karena menunjukkan kondisi klinis yang mulao membaik.

"Setelah lima hari di rumah dinas, hasil swab terkahir keluar dengan hasil negatif," kata Mundjidah.

Dengan hasil swab terkahir negatif, Mundjidah bisa dipastikan telah bebas covid-19. Saat ini, ia mengaku kondisinya sudah cukup baik dan siap untuk beraktivitas kembali. "Alhamdulillah. Jadi, dengan demikian, maka yang penting kita semua harus menjaga istirahat yang cukup, makan cukup olahraga dan prokes ini wajib," ucapnya.

Pengalaman yang dialami Mundjidah tersebut diharapkan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat. Pasalnya, covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa melihat status sosial.

Oleh karena itu, Mundjidah meminta masyarakat agar terus mentaati protokol kesehatan. "Saya harap masyarakat ini taat ikuti prokes, masyarakat harus jaga karak, karena tidak tahu antara kita. Untuk itu, saya harapkan bener-benar menjaga jarak dan olahraga," pungkasnya.

 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette