Cekoki Miras Anak Baru Gede, Dua Pemuda di Blitar Dibekuk Polisi

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

15 - Dec - 2020, 12:52

Dua pemuda dan barang bukti persetubuhan diamankan Polres Blitar


Polres Blitar mengamankan dua pemuda pelaku persetubuhan dengan korban gadis di bawah umur. Kedua pelaku masing-masing berinisial FBR (24) warga Tangkil, Kecamatan Wlingi dan MJW (24) warga Sragi, Kecamatan Talun. Para pelaku ditangkap tanpa perlawanan. 

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, kedua pelaku terbukti telah melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur berusia 13 tahun. Peristiwa ini terjadi pada 17 November lalu. Saat itu korban dijemput pelaku FBR untuk jalan-jalan. Namun di tengah jalan pelaku FBR malah mengajak korban membeli minuman keras di wilayah Tumpang, Talun. 

Baca Juga : Merasa Dipermalukan Polri, Arteria Dahlan Desak Kapolri Turunkan Tim ke Kota Blitar

 

“Setelah membeli minuman keras, pelaku FBR mengajak korban ke rumah pelaku kedua MJW. Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban mabuk-mabukan. Korban kemudian mabuk berat karena dicekoki miras,” ungkap Fanani dalam press rilis yang digelar Senin (14/12/2020).

Setelah mabuk berat, korban kemudian dimasukkan ke dalam kamar oleh pelaku. Malam harinya, pelaku FBR ikut masuk ke dalam kamar dan langsung melakukan persetubuhan terhadap korban. Beberapa menit setelah selesai melakukan persetubuhan dengan korban, FBR keluar dari kamar. Tak selesai sampai di situ, pelaku MJW kemudian ganti masuk ke dalam kamar dan menggilir korban yang masih tak berdaya karena pengaruh miras. “Setelah peristiwa tersebut korban kemudian tertidur. Dia baru dipulangkan keesokan harinya,” jelasnya. 

Setelah pulang dan berkumpul dengan keluarga, korban kemudian menceritakan kejadian yang dialami kepada kedua orang tuanya. Tak terima dengan perbuatan kedua pelaku, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Blitar. 

Setelah menerima laporan, polisi kemudian melakukan lidik dan pelaku berhasil ditangkap dengan sejumlah barang bukti di antaranya pakaian yang dikenakan korban dan motor roda dua yang digunakan pelaku untuk menjemput korban.

Baca Juga : Polres Blitar Kota Gencarkan Razia, Berantas Botoh Pilkada

 

“Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat  dengan Pasal 81 Undang–Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan paling lama15 tahun,” pungkasnya. 


Topik

Hukum dan Kriminalitas, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette