Viral Video Pendamping PKH Arahkan Dukungan untuk Bacabup Jember, Bawaslu ‘Masuk Angin’?
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Nurlayla Ratri
08 - Dec - 2020, 07:21
Pelanggaran demi pelanggaran pasangan Bakal Calon Bupati Jember terus bermunculan menjelang Pilkada Jember yang tinggal 1 hari lagi.
Terbaru, sebuah video viral beredar menunjukkan seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengumpulkan keluarga penerima manfaat (KPM). Oknum tersebut mengarahkan agar penerima PKH memilih pasangan calon salah satu bacabup di Jember.
Baca Juga : Layani Pemilih di Ruang Isolasi, KPU Banyuwangi akan Pakai Aplikasi
Dalam video berdurasi 2.44 menit ini, seorang pendamping PKH dengan memakai baju warna pink bermotif batik, meminta kepada PKM untuk mencoblos salah satu bacabup di Jember.
“Saya mengumpulkan bapak ibu semua sebagai keluarga saya, karena saya yang mendampingi bapak ibu semua, bapak ibu tau kan apa itu PKH? Dan siapa saja yang ada di keluarga? Dan di sini saya yang ngemong bapak ibu dalam program PKH, semua menjadi tangung jawab saya kecuali makan dan cebok,” ujar pria yang duduk di dampingi oleh perempuan mengenakan pakaian warna hitam.
Menanggapi beredarnya video ini, Ketua Bawaslu Jember Imam Tabroni Pusaka maupun Dwi Endah Prasetyowati selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran (PP) Bawaslu Jember, saat dikonfirmasi media ini tidak memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirim media ini hanya dibaca tanpa ada jawaban apapun dari lembaga pengawas Pemilu ini.
Setali tiga uang dengan Pansus Pilkada DPRD Jember, ketika dimintai tanggapannya terkait beredarnya video tersebut, juga tidak memberikan respons.
“Bawaslu Jember sudah masuk angin mas,” ujar Mamang, salah satu tim paslon bacabup lainnya.
Baca Juga : BBHAR PDI P Kabupaten Malang Laporkan Kampanye Hitam ke Polres Malang
Informasi yang dihimpun media ini, aksi pendamping PKH yang mengumpulkan KPM tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Tanggul. Pria yang terekam merupakan pendamping PKH Kecamatan Sumberbaru.
“Iya Mas, itu yang laki-laki pendamping PKH Sumberbaru namanya Nurul, dan yang perempuan merupakan istrinya yang juga pendamping PKH di Kecamatan Tanggul, kalau gak salah itu kejadiannya di Penggungan Klatakan Tanggul, ini teman-teman masih mencari juga,” ujar anggota BPD di salah satu desa di Kecamatan Tanggul yang tidak mau disebut namanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mobilisasi PKH ini sudah terdeteksi oleh beberapa warga saat pendamping PKH se Kabupaten Jember dikumpulkan di salah satu hotel di Lumajang. Dalam acara tersebut, pendamping PKH diminta untuk memenangkan salah satu paslon bacabup di Jember.
