Kunjungi Rumah Saudara, Dua Wisatawan Digulung Ombak Pantai Puger
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Yunan Helmy
06 - Dec - 2020, 11:59
Warga sepanjang Pantai Pancer Puger, Jember, Minggu (6/12/2020), disibukkan dengan pencarian korban tenggelam yang sedang berwisata di kawasan tersebut. Korban yang diketahui bernama Roislan (55), warga Desa Jarit, Candirpuro, Lumajang, ini dikabarkan hilang ditelan ombak pantai selatan.
“Tadi ada dua orang yang tergulung ombak saat main air. Cuma satunya berhasil selamat dan sekarang dibawa ke RS Graha Puger. Sedangkan satunya masih dalam pencarian,” ujar Narya, warga Puger Kulon yang ikut mencari korban.
Baca Juga : Mensos Juliari Serahkan Diri ke KPK, Jadi Tersangka Bansos Covid-19
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, M. Fakih Ardian (17) -korban selamat asal Kanigaran, Probolinggo- datang bersama dengan Roislan ke pantai Pancer Puger. Keduanya menikmati pemandangan pantai sambil bermain pasir.
Namun tiba-tiba Fakih terseret ombak ke tengah. Mengetahui saudaranya terseret ombak, Roislan berusaha menyelamatkan. Naas baginya. Ketika usahanya menyelamatkan keponakannya berhasil, dirinya justru giliran digulung ombak dan terseret ke tengah, kemudian hilang tenggelam.
“Tadi kami sempat memegang korban. Namun tingginya ombak membuat kami ketakutan sehingga satu yang berhasil kami bawa ke pinggir. Sedangkan satunya hilang ditelan ombak. Saat ini familinya bersama beberapa nelayan masih melakukan pencarian menggunakan jukung,” beber Narya.
Sementara, Mulya Cahya -pokdarwis yang mengelola Pantai Pancer Puger- saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, membenarkan adanya warga yang tenggelam di Pantai Pancer.
“Benar, ada korban tenggelam satu orang dan saat ini sedang dicari bersama-sama., Informasi yang kami dapat, korban tenggelam tersebut masih sanak famili dari warga perumahan dekat pantai sini. Jadi, kami juga binggung tadi korban lewat mana ketika masuk ke pantai," ujar Mulya Cahya.
Baca Juga : Peringati Hari Disabilitas Internasional 2020, PPDI Ingin Banyuwangi Lebih Inklusif
“Kami biasanya selalu mengedukasi warga, apalagi pendatang, agar tidak berenang di kawasan Pantai Pancer. Apalagi kondisi perairan tidak menentu pada musim musim begini,” pungkas Mulya.
