KPU Banyuwangi Tuntaskan Pengiriman Logistik APD fan Gelar Rapid Tes Susulan
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
01 - Dec - 2020, 04:36
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi menjadwalkan pengiriman logistik Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas penyelenggara pemilihan bupati-wakil bupati Banyuwangi tahun 2020 tuntas pekan ini.
Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraeni Rachman menyampaikan pihaknya mengerahkan 25 armada truk untuk melakukan distribusi logistik APD bagi 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi dan direncanakan satu hari selesai.
Baca Juga : Pilkada Kota Blitar, KPU Kekurangan 1.893 Surat Suara
“Distribusi logistik APD itu kami sudah mulai dari pagi jam 07.00 dan saat ini logistik APD bergeser ke kecamatan-kecamatan diharapkan satu hari selesai, jadi dari 25 kecamatan satu hari selesai,” jelasnya, Senin (30-11-2020).
Selanjutnya perempuan berjilbab itu menuturkan logistik APD yang dibagikan terdiri dari antara lain; faceshield, tempat penampung air cuci tangan, masker, handsanitizer, disinfektan, sprayer.
”Kecuali sarung tangan latex dan thermogun belum diterima karena barang belum datang sampai saat ini kami juga masih menunggu,” imbuhnya.
Dia menambahkan, setelah sampai di kecamatan-kecamatan, selanjutnya akan disetting dulu kemudian dikirim ke desa/kelurahan yang dijadwalkan mulai hari ini, Selasa (1/12).
Sementara untuk program rapid tes bagi petugas kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS), menurut Dwi KPU bekerja sama dengan RS NU dan Dinas Kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 26-29 November 2020 secara serentak.
Namun karena ada yang tidak bisa hadir pada tanggal tersebut, maka pihaknya akan menggelar rapid tes susulan.
Baca Juga : Laskar Srikandi Yuriz Siap Dukung dan Menangkan Mas Yusuf-Gus Riza
“Adapun hasil dari rapid tes tercatat sekitar 1.100-1.200 yang reaktif, tapi sudah disarankan untuk isolasi mandiri, jadi tanggal 9/11 besok mereka sudah selesai menjalani program isolasi mandiri dan bisa melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilihan,” jelas Dwi Anggraeni.
Selanjutnya, dia mendapat info awal ada 3 orang calon anggota KPPS yang reaktif. Kemungkinan akan dicarikan pengganti 3 orang tersebut.
Sedangkan untuk mengetahui hasil rapid tes secara keseluruhan, KPU masih menunggu laporan dari Rumah Sakit (RS) NU sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait dengan jumlah yang reaktif.
“Dan hari ini finalisasi antara Rumah sakit NU dan Dinkes Banyuwangi terkait hasil rapid untuk KPPS dalam pilkada tahun ini,” jelas Dwi Anggraeni.
