RSUD dr. Iskak Siapkan Ruang Operasi Pasien Covid-19 Berstandar Internasional
Reporter
Joko Pramono
Editor
A Yahya
01 - Dec - 2020, 01:41
Di masa pandemi Covid-19, seluruh pelayanan kesehatan mengacu pada standar kesehatan Covid-19. Termasuk ruang perawatan untuk pasien pascaoperasi. Tak mau ketinggalan, RSUD dr. Iskak me-Launching ruang perawatan untuk pasien Covid-19. Di rumah sakit plat merah milik Pemkab Tulungagung ini ada 2 ruang yang disiapkan untuk pasien Covid-19 yang menjalani operasi.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto menuturkan keberadaan ruang ini mutlak diperlukan di masa pandemi. Pasalnya sebagai salah satu penyakit yang menular dengan cepat, Covid-19 memerlukan ruang perawatan khusus agar tidak menularkan ke pasien lainnya. “Supaya tidak menularkan, kita harus punya ruang operasi standar internasional,” katanya, Senin (30/11/20).
Baca Juga : Positif Covid-19, Ketum PBNU Said Aqil Dirawat Intensif di RS
Berbeda dengan ruang operasi biasa, ruang operasi ini bertekanan negatif, sehingga tidak memungkinkan virus maupun bakteri bisa menular ke orang lain. Ruang ini sudah efektif sejak 3 bulan lalu.
Disinggung tentang kapasitas perawatan untuk pasien Covid-19 yang dikabarkan penuh, Supriyanto mengatakan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 bersifat fleksibel. Artinya jika pasien Covid-19 membeludak, maka akan dilakukan penambahan ruang sesuai dengan kebutuhan. “Begitu penuh, dimelarkan lagi ruangnya,” katanya.
Untuk kapasitas Bed bagi pasien Covid-19 mampu menampung sekitar 120 pasien. Saat ini ada sekitar 55 pasien Covid-19 dan suspek Covid-19 yang dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Jika nantinya 120 Bed itu tak mampu menampung jumlah pasien dan suspek yang ada, maka sebagian akan dipindahkan ke sejumlah puskesmas penyangga, yang mampu merawat hingga 40 pasien. “Semua Puskesmas rawat inap sekarang disiapkan untuk perawatan Covid-19.
Dari data yang dimiliki oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung per 30 November 2020, ada penambahan 12 pasien baru. Penambahan pasien hari ini lebih rendah dibanding beberapa hari lalu yang mencapai 62 orang per hari.
Jubir Gugus Tugas, halih Nusantoro mengatakan trend kenaikan ini tak hanya terjadi di Tulungagung, namun juga di beberapa daerah lainya.
Baca Juga : PSBL Desa Tlekung, Siapkan Kebutuhan Makan 1.670 Warga
Kenaikan hari ini juga diiringi penambahan pasien sembuh yang mulai menunjukan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. “Hari ini kita juga mendapat tambahan pasien sembuh sebanyak 4 orang,” kata Galih.
Prosentase kesembuhan Tulungagung di angka 77,8 persen (520/668). 7 orang pasien dinyatakan meninggal, dimana 4 di antaranya merupakan tenaga kesehatan.
Untuk pasien yang dikarantina sebanyak 26 orang, diisolasi 64 dan dirawat sebanyak 54 orang.
Saat ini penularan covid-19 sudah merambah ke kluster keluarga. Untuk memutus rantai penularan ini, pihaknya meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Patuhi protokol kesehatan, disiplin protokol kesehatan kunci pemutus covid-19,” pungkasnya.
