Pemain Skeatboard di Monumen Gerbong Maut Minta Maaf dan Disanksi Sosial
Reporter
Abror Rosi
Editor
Yunan Helmy
13 - Nov - 2020, 04:21
Beberapa hari terakhir viral video sejumlah remaja bermain skeatboard di Monumen Gerbong Maut. Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan beberapa remaja naik ke monumen bersejarah bagi Kabupaten Bondowoso itu untuk kemudian meluncur menggunakan papan skeatboard.
Sebenarnya pembuatan video tersebut sudah sejak tahun 2019 lalu. Namun mendapatkan kecaman dari warga setelah tersebar di platform media sosial, baik Facebook dan media chatting WhatsApp, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga : Pelanggan Keluhkan Air Berbau Minyak Tanah, Begini Tanggapan Dirut PDAM Kota Malang
Mereka merupakan anggota Komunitas Skeatboard Bondowoso. Sebanyak tujuh remaja yang terlibat dalam aksi naik monumen itu dipanggil satpol PP dan mendapatkan teguran serta pembinaan, Kamis (12/11/2020).
Mereka juga mendapatkan sanksi sosial, yakni dengan membersihkan dan mengepel monumen simbol perjuangan sejumlah pahlawan Bondowoso di zaman penjajahan tersebut.
Salah seorang anggota komunitas, Edo Wibowo, mengakui bahwa apa yang dilakukan bersama rekannya itu salah. Mereka mengaku jera atas perbuatannya. "Kami sampaikan permohonan maaf kepada pahlawan Bondowoso, Pemkab Bondowoso dan masyarakat Bondowoso," kata mereka bersamaan.
Mereka berjanji tak akan mengulangi perbuatan yang melanggar tersebut. "Jika kami mengulangi, siap ditindak sesuai prosedur yang akan diberikan," ucapnya.
Sementara itu, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP Bondowoso Samsul Hadi mengatakan, setelah video itu viral, pihaknya langsung melakukan penulusuran.
"Kita langsung cari pelaku tindak pelanggaran terhadap Monumen Gerbong Maut. Kami lacak. Setelah ketemu, kami datangi untuk diberikan sanksi," katanya.
Menurut dia, mereka melanggar peraturan daerah tentang ketertiban masyarakat. Yakni Perda Nomor 9 Tahun 2016, tentang Tibumtranmas (Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat).
"Sanksinya kita kedepankan pembinaan terlebih dahulu. Mereka bersedia membersihkan Monumen Gerbong Maut," jelasnya.
Baca Juga : Kompetisi Terhenti, Sejumlah Pemain Liga Banting Stir Jadi Pengusaha
Monumen Gerbong Maut merupakan area sakral dan tidak semua orang bisa masuk. Area tersebut sudah dipagari. Bahkan melompat pagar bisa dikatakan perbuatan kriminal.
"Sebagai penegak perda, kami beri sanksi sosial dan pembinaan kepada mereka. Agar juga ada efek jera dan tidak ada lagi tindakan ceroboh seperti ini," harapnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, tujuannya adalah mengeksplor Bondowoso. Tapi kata dia, caranya dan tempatnya tidak tepat. "Silakan anak muda berkreatifitas tapi dengan cara yang benar. Komunitas apapun itu," imbaunya.
Ia berharap, kejadian ini bisa diambil hikmahnya oleh masyarakat dan menjadi pembelajaran. Yakni Monumen Gerbong Maut itu sangat sakral. "Ini menjadi edukasi agar masyarakat tidak sembarang masuk ke area aset Pemkab Bondowoso," jelasnya.
