Dua Nakes Reaktif Rapid Test, Puskesmas Sananwetan Kota Blitar Ditutup sementara

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

07 - Nov - 2020, 02:24

Puskesmas Sananwetan ditutup sementara


Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menutup sementara pelayanan di Puskesmas Sananwetan, Jumat (6/11/2020). Penutupan dilakukan menyusul dua tenaga kesehatan Puskesmas yang dinyatakan reaktif Rapid Test. Puskesmas Sananwetan ditutup mulai Jumat 6 November hingga Minggu 8 November 2020. 

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengungkapkan, setelah ditutup pihaknya melakukan sterilisasi di area Puskesmas. ”Puskesmas Sananwetan ditutup sementara dalam rangka sterilisasi,” ungkap Hakim, Jumat (6/11/2020). 

Baca Juga : Kipasan, Program Puskesmas Kedungkandang Fasilitasi Warga Terjangkit Covid-19

Dikatakannya, pelayanan Puskesmas Sananwetan akan dibuka kembali pada Senin (9/11/2020). Selama ditutup, masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sananwetan sementara dialihkan ke Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Kepanjenkidul.

Tak hanya sterilisasi, seluruh nakes dan karyawan Puskesmas  Sananwetan juga dites Swab oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar. Kondisi ini mempengaruhi pelayanan, karena seluruh nakes dan karyawan harus isolasi mandiri sebelum hasil tes swab keluar. 

“Test Swab sudah dilakukan. Sambil menunggu hasilnya keluar, mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” terangnya. 

Lebih dalam Hakim menyampaikan, setelah sterilisasi dan Swab Test bagi nakes dan karyawan Puskesmas Sananwetan, selanjutnya pihaknya akan melakukan hal serupa di seluruh Puskesmas di Kota Blitar. Hal ini dilakukan untuk memutus penularan Covid-19 karena Puskesmas sebagai fasilitas dasar pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ya, Puskesmas disinyalir menjadi tempat yang rentan menjadi pintu masuk penularan Covid-19.

Baca Juga : Update Covid-19: Terjadi Penambahan 4 Pasien di Kabupaten Malang

“Nakes dan karyawan di Puskesmas ini setiap hari berhubungan dengan pasien.  Kami juga tidak tahu, pasien ada yang jujur dan ada yang tidak jujur. Oleh sebab itu diperlukan Testing untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” pungkasnya. 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette